Pemerintah Umumkan Bea Impor Kain Akan Segera Diperpanjang

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, Bea Cukai merupakan suatu pungutan pajak yang dilakukan oleh negara, Bea merujuk pada barang impor atau ekspor, sedangkan Cukai adalah produk atau barang yang beredar di kalangan masyarakat.

Diketahui, Bea dibedakan menjadi dua jenis, yakni Bea Masuk dan Bea Keluar, Bea Masuk merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang impor, sedangkan Bea Keluar merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang ekspor.

Sebagai informasi bahwa pada November 2022 lalu, Pemerintah Indonesia telah resmi menghentikan Bea Masuk Tindakan Pengamatan (BMTP) kain, jadi semua kain yang masuk di Indonesia telah dibebaskan biaya pajak.

Namun, pada hari ini, pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah resmi mengumumkan bahwa pemerintah akan melakukan perpanjangan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Kain, dengan adanya perpanjangan tersebut maka kain yang masuk ke Indonesia akan dikenakan pungutan pajak.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin Reni Yanita di Kantor Kemenperin, Jakarta, pada Selasa, 9 Juli 2024.

Reni Yanita menjelaskan, perpanjangan BMTP tersebut telah dibahas dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang digelar pada beberapa hari yang lalu.

Reni Yanita menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan pemerintah akan resmi menerapkan BMTP kain tersebut.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu menjelaskan, saat ini penerapan BMTP kain sedang dilakukan pengujian dan analisis, dan dirinya memprediksi bahwa penerapan BMTP kain akan ditetapkan pada beberapa hari kedepan.

 

Tanggapan Menteri Perdagangan

Potret 3 Menteri Jokowi Tinjau Puluhan Kontainer Barang Impor Ilegal - Bisnis Liputan6.com

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini terdapat beberapa produk impor yang dinilai akan mematikan produk dalam negeri.

Zulkifli Hasan menjelaskan, saat ini pemerintah sudah mempunyai beberapa rencana untuk mengatasi hal tersebut, rencana yang pertama ialah pemerintah akan mengenakan dua jenis tambahan bea masuk terhadap barang-barang impor yang diprediksi akan mematikan produk dalam negeri tersebut.

Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa kebijakan pengenaan bea masuk dua kali lipat tersebut akan diterapkan setelah dirinya melakukan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perindustrian.

Disisi lain, Zulkifli Hasan juga menyebutkan beberapa jenis produk impor yang dinilai akan merugikan produk dalam negeri.

Berikut beberapa produk impor tersebut:

  • TPT
  • Tekstil dan produk tekstil
  • Pakaian jadi
  • Keramik
  • Elektronik
  • Beauty atau kosmetik
  • Barang tekstil sudah jadi,
  • Alas kaki

 

Proses Perhitungan

Lindungi Industri Tekstil Dalam Negeri dan UMKM, Mendag Zulkifli Hasan: Pemerintah Bersinergi Berantas Pakaian Bekas Asal Impor – All Release Indonesia

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan proses perhitungan untuk mengenakan pungutan pajak dua kali lipat terhadap produk impor yang dinilai akan mematikan produk dalam negeri.

Zulkifli Hasan menjelaskan, pemerintah akan mengenakan pungutan pajak yang besar terhadap barang impor yang penjualannya pesat selama 3 tahun terakhir.

Hal tersebut dilakukan agar produk dalam negeri menjadi unggul dan disukai oleh masyarakat.

Jika kita terus-menerus melakukan impor barang, maka sebagian besar barang di negara kita akan dikuasai oleh produk luar.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa saat ini banyak sekali produk lokal atau produk dalam negeri yang mempunyai kualitas unggul dan tidak kalah dengan produk luar.

Tetapi, saat ini masyarakat masih mengunggulkan produk luar, tanpa membeli dan mencoba produk dalam negeri.

Oleh karena itu, pemerintah mulai mengambil langkah tegas untuk mengusir produk impor dengan cara mengenakan biaya pungutan pajak yang besar, dan pemerintah juga mempromosikan dan mengunggulkan produk dalam negeri.

Related posts