Heboh Megawati Soekarnoputri Resmi Menantang Penyidik KPK Yang Memanggil Hasto Kristiyanto

Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan kabar bahwa Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Megawati Soekarnoputri resmi menantang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memanggil dan memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sebagai informasi bahwa pada beberapa pekan yang lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto resmi dipanggil dan diperiksa oleh KPK untuk menjadi saksi atas kasus Harun Masiku.

Diketahui, Harun Masiku merupakan seorang mandan kader PDI-P yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terhadap eks komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Megawati Soekarnoputri merasa tidak terima jika Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dicurigai dan ikut terseret atas dugaan kasus korupsi Harun Masiku.

Oleh karena itu, Megawati Soekarnoputri menantang secara langsung dan terang-terangan kepada penyidik KPK yang memeriksa Hasto Kristiyanto.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Megawati Soekarnoputri di acara pengambilan pengucapan sumpah janji jabatan pengurus DPP PDIP masa bakti 2019-2024 diperpanjang hingga 2025 di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, pada Jumat, 5 Juli 2024.

Megawati Soekarnoputri meminta Hasto Kristiyanto untuk kooperatif dan tidak menghindari panggilan dari penyidik KPK.

Megawati Soekarnoputri juga meminta Hasto Kristiyanto untuk menanyakan siapa nama penyidik KPK yang memanggil dan memeriksanya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku bahwa penyidik KPK yang memanggil dan memeriksanya ialah AKBP Rossa.

Menurut Megawati Soekarnoputri, pihak KPK tidak bekerja dengan benar, pasalnya KPK hanya memanggil pihak saksi saja, tanpa mengusut tuntas pelaku atau tersangkanya.

Disisi lain, Megawati Soekarnoputri juga menegaskan bahwa dirinya tidak takut dengan KPK, pasalnya yang mendirikan KPK adalah dirinya.

Megawati Soekarnoputri juga menegaskan bahwa pangkat AKBP Rossa lebih rendah dari dirinya, dan Megawati Soekarnoputri menyebutkan bahwa dirinya sudah panglima tertinggi.

 

Tanggapan Politikus PDIP

Adian Napitupulu Tegaskan PDI Perjuangan Adalah Parpol Yang Paling Siap Hadapi Pilkada!

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu turut memberikan tanggapan mengenai sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Adian Napitupulu menyebutkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto diperiksa secara tegas hingga mengalami kedinginan layaknya pemeriksaan terduga teroris.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu di acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Tata Cara Hukum dan Model Kerja Aparat Penegak Hukum pada Kasus Politik di kawasan Jakarta Selatan, pada Jumat, 26 Juni 2024.

Adian Napitupulu menjelaskan, pemeriksaan Hasto Kristiyanto dilakukan secara tegas layaknya terduga teroris agar Hasto Kristiyanto dapat mengaku, meskipun Hasto Kristiyanto tidak melakukan dan mengetahuinya.

Menurut Adian Napitupulu, penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti mempunyai maksud lain dari proses pemeriksaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Adian Napitupulu mengaku bahwa tujuan utama Hasto Kristiyanto diperlakukan dingin dan tegas oleh penyidik KPK ialah agar Hasto tunduk dan mematuhi semua keinginan KPK dalam momen pemeriksaan tersebut.

Disisi lain, Adian Napitupulu berharap agar nantinya pihak Menkopolhukam dapat memberikan sanksi terhadap penyidik KPK atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan saat pemeriksaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

 

Tanggapan Pakar Hukum Pidana

Hasto Kristiyanto Diperiksa Polisi dan KPK Lantaran Kritik Jokowi — IndonesiaPos

Pakar hukum pidana Usman Hamid turut memberikan tanggapan mengenai sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Usman Hamid mengatakan, Ada motif apa di balik langkah kepolisian Polda Metro Jaya dan KPK yang memanggil dan memeriksa Sekjen PDI Perjuangan di dalam satu pekan secara berturut-turut? Apakah langkah itu merupakan langkah hukum yang bersifat murni untuk penegakan hukum dan keadilan.

Usman Hamid menjelaskan bahwa dalam pemanggilan KPK, Hasto diperiksa atas tuduhan suap dalam kasus tuduhan suap terkait pergantian antarwaktu dalam pemilu legislatif pada tahun 2019. Dan selain diperiksa, staf Hasto (Kusnadi, red) tiba-tiba tanpa due process of law, dijebak, kemudian disita handphonenya tanpa proses hukum yang benar, dan seolah terdapat bukti pidana di dalam pernyataan atau di dalam tindakan-tindakan hukum yang sulit untuk dipertanggungjawabkan itu.

Related posts