Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah.
Sebagai informasi bahwa sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia terbagi menjadi beberapa sektor, yakni hayati dan non hayati.
Definisi dari sumber daya alam hayati adalah sumber daya yang berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sumber daya alam non hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati seperti tanah, air, udara, mineral, tembaga, minyak bumi, timah, nikel, pasir besi, dan batu bara.
Diketahui, sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia tersebut telah diakui oleh banyak negara di dunia, dan banyak negara juga yang melakukan impor bahan baku atau bahan setengah jadi dari negara Indonesia untuk kebutuhan pokok atau produksi di negaranya.
Meskipun dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah, tetapi pada realitanya, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang hidupnya sengsara dalam kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.
Karena tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia, alhasil banyak siswa-siswi yang putus sekolah di tengah jalan, dan mereka tidak mempunyai ijazah serta ilmu yang cukup untuk masa depan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dijelaskan bahwa jika dikalkulasi secara keseluruhan dari beberapa tahun terakhir, maka terdapat sekitar 422.619 anak yang tidak bersekolah karena ketimpangan ekonomi dari keluarga.
Sedangkan, pda tahun terakhir, yakni 2024, terdapat total 66.857 anak yang putus sekolah, dengan rincian 38.540 siswa Sekolah Dasar (SD), 12.210 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 6.716 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 9.391 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tingginya tingkat putus sekolah ini harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, karena mereka adalah masa depan bangsa dan negara, oleh karena itu, mereka harus dibekali ilmu dan pengalaman yang tinggi, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia akan semakin bermutu dan berkualitas.
Terdapat beberapa program yang dapat dijalankan pemerintah untuk menekan tingginya tingkat putus sekolah di Indonesia, yakni seperti menggelar program beasiswa, menggelar program sekolah gratis, memberikan bantuan kepada masyarakat miskin seperti Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Pemerintah juga harus melakukan hubungan kerja sama dengan pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN ) untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, khususnya dalam sektor pendidikan.
Baru-baru ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah resmi menyalurkan Program Beasiswa Anak Nasabah Batch 2 tahun 2025 yang disalurkan kepada 1.634 siswa dan 76 mahasiswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani, Arief Mulyadi mengatakan, kerja sama atau investasi dalam sektor pendidikan memang sangat diperlukan, karena mengingat lagi bahwa SDM berkualitas di Indonesia masih sangat rendah, dan dengan adanya program beasiswa serta investasi dalam sektor pendidikan, maka seluruh anak akan mempunyai kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan berkembang, alhasil dapat berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat SDM berkualitas di Indonesia.
Arief Mulyadi menjelaskan, jika ditotal secara keseluruhan, maka selama tahun 2025 ini pihaknya telah menyumbang 3.159 beasiswa terhadap anak nasabah di seluruh Indonesia.
Program penyaluran beasiswa yang dilakukan oleh PT PNM ini telah sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan akses dan peningkatan kualitas SDM di seluruh daerah di Indonesia, tanpa terkecuali bahkan hingga di tempat pelosok atau terpencil.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, kolaborasi antar pihak swasta dan BUMN memang harus dilakukan guna memajukan kualitas SDM di Indonesia.
Pratikno juga mendorong kepada pihak swasta dan BUMN lain untuk segera mencontoh PT PNM yang telah memberikan beasiswa secara cuma-cuma terhadap para siswa yang kurang mampu.
Menurut Pratikno, dengan meningkatnya kualitas SDM dan kualitas pendidikan di Indonesia, maka negara Indonesia dapat cepat meraih cita-citanya menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.
Uang Sitaan Korupsi Digunakan Untuk Merenovasi Ribuan Sekolah di Indonesia
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5385622/original/079198300_1760937742-Screenshot_20251020_111316_YouTube.jpg)
Seperti yang kita tahu, saat ini Presiden Prabowo Subianto dan para jajaran Kabinet Merah Putih terus berkomitmen untuk memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia, karena tindakan tersebut sangat merugikan bangsa dan negara.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa pada beberapa pekan yang lalu, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) telah berhasil menangkap para pelaku tindak pidana korupsi ekspor minyak Kelapa Sawit (CPO).
Selain berhasil melakukan penangkapan kepada para pelaku, pihak KPK dan Kejagung juga telah berhasil mengembalikan kerugian negara akibat korupsi ekspor minyak CPO sebesar Rp 13,2 Triliun Rupiah.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya sangat bangga kepada kinerja pihak KPK dan Kejagung karena mereka telah berhasil menyita uang hasil korupsi ekspor minyak CPO yang nilainya sangat fantastis.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, uang hasil sitaan korupsi tersebut nantinya akan digunakan untuk hal yang positif, khususnya untuk membangun bangsa dan negara.
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen bahwa uang hasil sitaan korupsi tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan renovasi ribuan sekolah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.
Bukan hanya untuk membangun dan merenovasi sekolah saja, melainkan uang tersebut akan digunakan untuk membangun kampung nelayan yang modern dan terbarukan.
Dengan rincian penyaluran anggaran yakni sebesar Rp 13 triliun akan disalurkan untuk pembangunan atau renovasi 8.000 sekolah, sedangkan sisanya Rp 22 miliar akan disalurkan untuk pembangunan 600 kampung nelayan dengan fasilitas yang modern dan mumpuni agar produksi juga semakin meningkat.
Dengan adanya pembangunan renovasi sekolah dan pembangunan kampung nelayan, maka hal ini diharapkan mampu berdampak positif signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM serta peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik lagi.
