Menko Luhut Sebut Kejerahteraan Masyarakat Diukur Dari Asuransi

Berita Trend Indonesia – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa asuransi merupakan hal yang sangat penting dan menjadi tulang punggung dalam memastikan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi bahwa Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung, karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum.

Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, asuransi menjadi peran penting serta membawa dampak positif bagi kestabilan perkonomian di Indonesia.

“Keberlanjutan dari industri asuransi perlu diperkuat dari berbagai arah, dengan memperkuat stabilitas keuangan dan juga memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia,” ujar Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

“Di sisi lain, memperkuat stabilitas keuangan juga menekan tingkat risiko dari tantangan dan menodorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor dan menjamin kesejahteraan masyarakat kita,”  sambungnya.

Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi, dan melakukan terobosan baru atau inovasi baru terhadap produknya.

“Mengadopsi teknologi moderen seperti Artificial Intelligence, Data Analytics, dan digital platform yang bisa meningkatkan efisiensi operasional perusahaan,” ujar Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Luhut Binsar Pandjaitan memberikan contoh bahwa perusahaan asuransi harus melakukan langkah penegakan hukum, pasalnya dengan melakukan langkah penegakan hukum, maka industri asuransi akan kembali dipercaya oleh masyarakat.

“Penegakan hukum terhadap praktik yang melanggar hukum, ditambah pengawasan ketat, dan bantuan keuangan pada asuransi akan menjadi kepercayaan dalam industri asuransi ini,” ujar Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

 

Industri Asuransi Gendong Perkonomian Indonesia

Banyak Masalah, Prospek Industri Asuransi Masih Menjanjikan? : Okezone Economy

Plt Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan, Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen hingga 7 persen.

Ferry Irawan menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus meningkatkan kinerja dan sumber-sumber pertumbuhan yang sangat tinggi, salah satu sektor yang dapat ditingkatkan yaitu adalah industri asuransi.

Ferry Irawan menegaskan, industri asuransi dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, pasalnya dengan adanya industri asuransi maka kita dapat mengakumulasi sumber-sumber pendapatan yang ada dalam masyarakat yang kemudian disalurkan ke berbagai investasi atau sektor yang memang produktif.

“Ini diharapkan bisa memperkuat fundamental ekonomi kita sampai jangka menengah panjang,” ujar Ferry Irawan.

“Kalau secara agregat pertumbuhan ekonomi kita sudah ke level sebelum pandemic sekitar 5 persen. Untuk sub sektor asuransi dan dana pensiun itu kalau diperbandingkan dengan sebelum pandemi growthnya 7,5 persen. Jadi periode 2011-2019 growthnya rata 7,5 persen. Ini angka terakhir masih 1,2 persen,” sambungnya.

Ferry Irawan mengaku bahwa saat ini pemerintah dan perusahaan asuransi mempunyai tugas yang harus dijalankan yaitu tugas mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

“Jadi ini PR bersama kita untuk bisa mengembalikan kembali industri asuransi bisa tumbuh lebih tinggi,” ujar Ferry Irawan.

“Kuncinya adalah mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pengguna asuransi, Jadi trust salah satu komponen penting jadi kunci untuk bisa kita dorong industri asuransi kontribunya bisa lebih besar ke ekonomi,” sambungnya.

Related posts