Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini beberapa wilayah di Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang dan juga mengalami kekeringan.
Banyak petani yang mengeluhkan bahwa kemarau panjang tersebut sangat menganggu aktivitas panen.
Bahkan, banyak petani yang mengalami gagal panen karena padinya mengalami kekeringan dan akhirnya rusak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, saat ini beberapa wilayah di Indonesia memang sedang mengalami puncak fenomena El Nino yaitu pada akhir bulan September dan pada awal bulan Oktober 2023.
Sebagai informasi bahwa fenomena El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Diketahui, El Nino dapat terjadi akibat interaksi rumit antara laut dan atmosfer yang berdampak luas kepada pola cuaca, ekosistem, dan ekonomi.
Sub Koordinator Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG, Amsari Mudzakir Setiawan mengatakan, pihaknya memprediksi bahwa pada bulan Oktober ini fenomena El Nino akan mulai menurun secara perlahan.
Amsari Mudzakir Setiawan menjelaskan bahwa fenomena El Nino tidak bisa hilang secara tiba-tiba, dan kita sebagai manusia juga tidak bisa menghindari fenomena El Nino tersebut.
Amsari Mudzakir Setiawan juga mengaku bahwa fenomena El Nino ini akan terus terjadi hingga awal tahun 2024, tetapi, tidak se-ekstreme seperti bulan September dan Oktober ini.
Disisi lain, Amsari Mudzakir Setiawan juga menjelaskan bahwa pada bulan September dan Oktober ini terdapat beberapa daerah yang mengalami hujan dengan kategori hujan rendah.
Amsari Mudzakir Setiawan menjelaskan, saat adanya fenomena El Nino, maka curah hujan akan rendah, dan rata-rata pasti hujannya di bawah normal.
Amsari Mudzakir Setiawan mengatakan, dampak dari fenomena El Nino dapat berbeda-beda tergantung dengan daerahnya.
Pulau Yang Tidak Terdampak Fenomena El Nino

Sub Koordinator Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG, Amsari Mudzakir Setiawan mengatakan, saat ini terdapat beberapa daerah atau wilayah di Indonesia yang tidak terpengaruh atau terdampak dari fenomena El Nino.
Amsari Mudzakir Setiawan menjelaskan, saat ini Pulau Sumatera Bagian Utara tidak terdampak dari fenomena El Nino, pasalnya, daerah tersebut sedang diguyur hujan akhir-akhir ini.
Bukan hanya Pulau Sumatera Bagian Utara saja, tetapi, saat ini sebagian Pulau kalimantan juga sedang diguyur hujan akhir-akhir ini, dan sebagian daerah di Kalimantan tidak terdampak fenomena El Nino.
Berdampak Pada Dunia Pertanian

Sub Koordinator Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG, Amsari Mudzakir Setiawan mengatakan, fenomena El Nino sangat berdampak bagi dunia pertanian, pasalnya, jika kekeringan terus berlanjut dan hujan tak kunjung datang, maka akan banyak petani yang gagal panen.
Amsari Mudzakir Setiawan menjelaskan, musim hujan pada tahun 2023-2024 akan datang lebih lamat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Amsari Mudzakir Setiawan mengaku, pihaknya memprediksi bahwa saat musim hujan tiba, maka akan ada beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir maupun tanah longsor.
Oleh karena itu, Amsari Mudzakir Setiawan berharap agar pemerintah nantinya mampu mengantisipasi adanya bencana banjir atau tanah longsor saat musim hujan tiba.
