Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini banyak harga pangan yang mengalami kenaikkan harga di beberapa daerah di Indonesia.
Salah satu harga pangan yang mengalami kenaikkan harga sangat drastis ialah harga beras.
Banyak masyarakat yang mengeluh karena adanya kenaikkan harga pangan tersebut, bahkan, juga ada beberapa masyarakat yang panik dan mulai membeli beras dan bahan pangan lainnya dengan cara memborong atau membeli dengan porsi yang berlebihan.
Adanya kepanikan dan gerakan memborong dari masyarakat tersebut, membuat beberapa masyarakat yang tidak mampu menjadi kesulitan untuk membeli bahan pangan dan bahkan sudah ada beberapabahan pangan yang mengalami kelangkaan di pasaran.
Adanya kenaikkan harga bahan pangan tersebut membuat inflasi di sejumlah daerah.
Sebagai informasi bahwa inflasi merupakan suatu kondisi di mana tingkat umum harga-harga barang dan jasa di suatu perekonomian secara terus-menerus mengalami kenaikan dalam jangka waktu tertentu.
Pemerintah saat ini sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi adanya kenaikkan harga bahan pangan dan inflasi di beberapa daerah.
Presiden Joko Widodo mengatakan, adanya kenaikkan harga pangan dan inflasi di sejumlah daerah tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya ialah adanya 19 negara yang mulai melakukan pembatasan ekspor pangan.
Presiden Joko Widodo mengaku bahwa kita tidak bisa bergantung kepada negara lain secara terus-menerus.
Oleh karena itu, Indonesia harus mampu meningkatkan jumlah produktivitas bahan pangan sendiri dan harus dapat memastikan bahwa kebutuhan di masyarakat tercukupi.
Meskipun saat ini banyak daerah yang mengalami inflasi, tetapi, ada juga daerah yang justru mampu menekan jumlah inflasi di daerahnya.
Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menjadi daerah yang mendapatkan insentif fiskal pengendalian inflasi terbesar pada periode kedua tahun 2023, yakni sebesar Rp 12,07 miliar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saat ini pihaknya telah memberikan apresiasi terhadap sejumlah daerah atau pemerintah daerah yang mampu menekan jumlah inflasi di daerahnya.
Berikan Dana Tambahan Sebagai Hadiah

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah untuk memberikan sejumlah dana tambahan sebagai hadiah untuk beberapa daerah yang telah berhasil menekan angka inflasi di daerahnya.
Sri Mulyani menjelaskan, saat ini Pemerintah dan pihak Menteri Keuangan telah menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun pada paruh kedua tahun 2023, dan dana tersebut akan diberikan kepada 15.097 desa di Indonesia.
Sri Mulyani memberikan hadiah tersebut secara langsung dan hadiah tersebut diterima oleh 3 perwakilan desa yang mendapatkan tambahan dana desa.
Diantaranya, pertama, Desa Banyubiru, Kabupaten Semarag, Provinsi Jawa tengah, yang dinobatkan sebagai desa yang mempunyai Kinerja Keuangan dan membangun desa, tata kelola keuangan dan akuntabilitas desa dan desa anti korupsi. Desa Banyubiru mendapatkan tambahan dana desa sebesar Rp 174,6 juta.
Kedua, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY, yang dinobatkan sebagai desa yang memiliki kinerja keuangan dan membangun desa, tata kelola keuangan dan akuntablitas desa, dan desa wisata. Desa Tepus juga mendapatkan tambahan dana desa sebesar Rp 174,6 juta.
Ketiga, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa timur, dinobatkan sebagai desa yang kinerja keuangan dan membangun desa, tata kelola keuangan, dan akuntabilitas desa, dan desa anti korupsi. Desa Sukojati mendapatkan tambahan dana desa sebesar Rp 174,6 juta.
Total penerima alokasi tambahan dana desa sebanyak 15.097 desa dari total 74.954 desa, atau sekitar 20 persen dari total desa yang tersebar di 37 provinsi.
Sri Mulyani berharap bahwa pemberian dana tambahan sebagai hadiah tersebut dapat menjadi contoh yang baik bagi seluruh desa atau daerah di Indonesia.
