Pria Peru Bangun Di Pemakamannya, Meski Sempat Dinyatakan Sudah Meninggal

Pria Peru Bangun Di Pemakamannya, Meski Sempat Dinyatakan Sudah Meninggal

Beritatrendmasakini.com – News, Keluarga seorang pemuda asal Peru yang meninggal dunia setelah menjalani operasi infeksi pada gigi menjadi ketakutan.

Tidak heran keluarga merasa ketakutan, dikarenakan keluarga tersebut melihat mendiang bernapas ditengah upacara pemakamannya.

Watson Franklin Mandujano Doroteo, warga kota Tingo Maria, Peru, sudah dibaringkan di dalam peti jenazah saat beberapa kerabat melihat dada mendiang naik turun seperti sedang bernafas layaknya manusia yang masih hidup.

Sebelumnya para dokter sudah mengungkapkan Watson sudah meninggal dunia setelah mengalami demam menyusul operasi infeksi gigi yang dijalani pada 24 Oktober lalu.

Saat melihat dada Watson naik turun layaknya sedang bernafas, keluarga mendiang langsung menghubungi dokter untuk memastikan kejadian tersebut.

Menurut harian yang diterbitkan Argentina, los Andes, dokter yang dihubungi dan datang ke upacara pemakaman mengungkapkan bahwa Warson menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Tidak heran, keluarga pria itu langsung memindahkan tubuhnya dari peti jenazah dan langsung dibawa kerumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Kerabat Watson kemudian mengungkapkan bahwa sebenarnya pria itu masih hidup dan dia hanya tertidur dikarenakan obat bius yang didapatkannya saat ingin menjalani operasi gigi.

“Dokter memberikannya diazepam,” ucap salah satu anggota keluarga dari pemuda yang berusia 28 tahun itu.

Sejatinya hanya sedikit catatan terkait dengan kasus pergerakan otot seseorang yang dinyatakan sudah meninggal dunia. Namun, banyak kejadian yang membuktikan bahwa dokter bisa melakukan kesalahan diagnosa dan menganggap orang tersebut meninggal.

Pada Maret 2014 lalu, Walter Williams ternyata masih hidup saat dimasukkan kedalam kantung jenazah. Dia kemudian menendang kantung jenazah itu sebelum dia di balsem.

Pada 2012 lalu di Mesir, upacara pemakaman seorang pria berubah menjadi acara pesta pora saat dokter yang meneken surat kematian pria itu menyadari dia masih hidup meskipun sempat menderita serangan jantung.

Pada 2014 lalu, seorang bocah asal Filipina berusia tiga tahun terbangun setelah dibaringkan di peti jenazah. Dokter yang menanganinya memastikan bocah itu masih hidup dan keluarganya membatalkan upacara pemakaman.

Dan pada 2007 lalu, seorang pemuda Venezuela yang dinyatakan sudah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas bangun pada saat akan diotopsi.

Carlos Camejo mengungkapkan bahwa ia terbangun saat tim dokter menyayat mukanya saat mulai proses otopsi.

Related posts