Presiden Prabowo Subianto Himbau Masyarakat Tetap Tenang di Tengah Ketidakpastian Global

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini kondisi geopolitik global sedang tidak baik-baik saja dan cenderung berada diujung tanduk.

Maksud dari kondisi geopoliitk global sedang tidak baik-baik saja ialah merujuk pada adanya ketidakpastian global akibat terjadinya perang dan konflik politik di sejumlah negara berpengaruh dunia.

Diketahui, perang yang terjadi saat ini bukanlah sekedar perang kecaman atau perang dagang antar negara saja, melainkan perang yang terjadi sudah merujuk pada kontak fisik dan menghancurkan satu sama lain melalui serangan militer dan lainnya.

Sejumlah negara yang terlibat dalam perang kontak fisik tersebut ialah meliputi negara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Bahkan, sejumlah daerah di negara Iran sudah mengalami kehancuran dan kerusakan karena serangan dari Amerika Serikat-Israel.

Perang yang terjadi tersebut menimbulkan banyak dampak negatif signifikan terhadap sejumlah negara di dunia, seperti krisis energi global, transportasi lintas negara menjadi terganggu khususnya, sektor industri kekurangan pasokan bahan baku, dan meningkatkan potensi perang dunia.

Dampak negatif tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir, yakni saat ini harga minyak dunia telah melambung dengan sangat drastis hingga mencapai sekitar 34,73 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, sebelum terjadi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Jika perang tak kunjung mereda, maka dampak negatif akan meluas dan menyebar di seluruh negara di dunia, bahkan sejumlah negara akan mengalami krisis ekonomi dan sosial.

Banyak masyarakat yang khawatir dan bertanya-tanya tentang kapan perang akan mereda dan apakah sejumlah negara akan terlibat untuk mendamaikan peperangan tersebut, atau bahkan sebaliknya.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan tanggapan mengenai perang yang terjadi di daerah Timur Tengah antara negara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini dunia memang sedang tidak baik-baik saja, peperangan terjadi dimana-mana, beberapa waktu lalu perang terjadi di Ukraina, sekarang merambah ke Kawasan Timur Tengah Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Meskipun jika dilihat dari letak geografis dunia, Indonesia adalah negara yang letaknya sangat jauh dari daerah Kawasan Timur Tengah, tetapi jika bicara soal dampak, maka seluruh negara yang jauh pun akan terkena dampaknya.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, saat ini negara Indonesia telah berada di jalur yang benar, dimana Indonesia tidak memihak satu sama lain, dan Indonesia berada di jalur bebas aktif atau non-blok.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa negara Indonesia tidak akan memihak negara manapun dalam peperangan, melainkan negara Indonesia hanya ingin mendukung pihak yang ingin berdamai agar perang cepat mereda serta dampak tidak semakin menyebar luas.

Negara Indonesia adalah negara yang menghormati seluruh kekuatan antar negara, sejak dulu kala negara Indonesia telah mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika (Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu Jua), dan semboyan tersebut tidak berlaku terhadap dalam negeri saja, melainkan juga berlaku di luar negeri.

Jadi, pada dasarnya negara Indonesia ingin seluruh kelompok salign menghormati, hidup damai dan rukun.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa meskipun kita sudah memegang teguh semboyan perdamaian, tetapi kita tidak bisa mengontrol pihak lain atau negara lain.

Jadi mau tidak mau, kita negara Indonesia harus bersiap dengan kekuatan kita sendiri jika perang di Kawasan Timur Tengah membesar dan merambah menjadi perang dunia.

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia adalah tentara pejuang. Tentara Nasional Indonesia adalah tentara nasional, tentara untuk seluruh bangsa Indonesia. Dari barat sampai ke timur, dari utara sampai ke selatan. TNI adalah milik seluruh bangsa. TNI berada di atas semua golongan, TNI berada di atas semua organisasi apa pun.

 

Hampir Mencapai Swasembada Pangan

Produksi Padi Meningkat, Bantul Optimistis Swasembada Beras - Harianjogja.com

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, meskipun saat ini perang terjadi dengan sangat masif dan belum ada titik terang perdamaian, tetapi saat ini kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu khawatir, karena sebentar lagi kita akan mencapai swasembada pangan nasional.

Diketahui, dampak negatif yang paling ditakutkan saat terjadinya perang ialah adanya krisis ekonomi, krisis pangan, dan krisis sosial dunia.

Tetapi, jika suatu negara telah berhasil mencapai swasembada pangan, maka negara tersebut adalah negara yang kuat dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian global.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, pada beberapa pekan yang lalu, kita telah berhasil mencapai swasembada beras nasional, dan pada tahun 2025 hasil produksi beras nasional sangat melimpah dan mampu melampaui kebutuhan harian seluruh masyarakat Indonesia.

Bahkan, beberapa komunitas pangan dunia turut memberikan apresiasi kepada negara Indonesia karena saat ini negara Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras.

Sejumlah pihak yang turut memberikan apresiasi ialah seperti Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa keberhasilan negara Indonesia dalam mencapai swasembada beras dapat menjadi bukti bahwa negara Indonesia adalah negara yang  hebat dan kuat serta mampu bertahan di tengah adanya ketidakpastian global.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu khawatir secara berlebihan, karena saat ini seluruh jajaran pemerintah Kabinet Merah Putih akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai swasembada pangan dan swasembada energi nasional, sehingga adanya perang tidak akan membuat negara Indonesia menjadi krisis.

Related posts