Kemenhub Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Untuk Menghindari Kepadatan Arus Balik

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, beberapa hari yang lalu, kita baru saja merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran Tahun 2026.

Sebagai informasi bahwa Lebaran bukan hanya menjadi momen hangat dan momen bahagia untuk para umat Muslim saja, melainkan seluruh umat di Indonesia juga turut bertoleransi merayakan libur Lebaran dengan berkumpul keluarga atau berpergian, karena mengingat bahwa libur lebaran adalah libur yang sangat panjang dalam kalender tahunan.

Momen Lebaran juga merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, karena dalam momen Lebaran pasti ada yang namanya pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).

Karena libur Lebaran merupakan libur yang sangat panjang, maka banyak masyarakat yang melakukan mudik (suatu kegiatan untuk pulang ke kampung halaman).

Tak terasa momen hangat lebaran 2026 sudah mulai usai, dan hari ini, Selasa, 24 Maret 2026 adalah hari terakhir libur (cuti lebaran 2026).

Karena hari ini adalah hari terakhir libur, maka banyak masyarakat yang mulai melakukan perjalanan balik ke kota tempat mereka bekerja, atau lawan katanya dari mudik.

Berdasarkan pantauan dari sejumlah pihak, maka dijelaskan bahwa H+1 dan H+2 lebaran terjadi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah daerah, dan kepadatan arus lalu lintas tersebut terjadi dari Daerah/Kabupaten menuju ke Kota.

Bahkan, sejumlah pihak juga mengaku bahwa di sejumlah titik terjadi kemacetan yang sangat parah, sampai hampir tidak bisa bergerak, karena sangking padatnya para pemudik yang kembali ke Kota untuk beraktivitas/bekerja.

Baru-baru ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan mengatakan, bagi para pemudik yang ingin kembali ke Kota Jabodetabek, harus melakukan perjalanan dengan hati-hati dan waspada, serta kalau bisa harap menggunakan transportasi umum untuk mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas.

Selain waspada dan berhati-hati, Aan Suhanan juga menghimbau kepada seluruh pemudik yang ingin kembali ke Kota Jabodetabek untuk dapat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah dan swasta.

Pengertian dari WFA ialah dimana kebijakan kerja fleksibel yang memungkinkan pekerja untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya dari lokasi manapun, seperti rumah, kafe, tempat singgah, atau semacamnya.

Menurut Aan Suhanan, kebijakan WFA sangat berdampak positif terhadap kepadatan arus lalu lintas di sejumlah daerah, oleh karena itu, bagi para pemudik yang mendapatkan kebijakan WFA dari kantornya, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, sampai batas waktu yang ditentukan.

Aan Suhanan menjelaskan, pihak Jasa Marga telah memprediksi bahwa puncak arus balik mudik akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Sebagian besar kepadatan juga akan terjadi di ruas jalan tol Jabodetabek.

Aan Suhanan juga berharap agar pihak swasta mampu memberikan kebijakan WFA kepada sebagian besar karyawannya, agar arus lalu lintas di sejumlah daerah dapat berjalan dengan normal tanpa adanya kepadatan yang cukup parah.

Berdasarkan pantauan dari pihak Jasa Marga, maka dijelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 39,9 persen kendaraan yang telah melintas masuk ke arah Jakarta dengan proyeksi total 3,4 juta kendaraan. Jumlah tersebut dihitung dari sejumlah ruas jalan tol seperti Gerbang Tol Utama yaitu GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikatama dan GT Kalihurip Utama.

 

Kepadatan Jalur KAI

Penumpang KRL Capai 481 Ribu Lebih, Stasiun Bogor Paling Ramai di Akhir Pekan | tempo.co

Sebagai informasi bahwa kepadatan arus balik mudik bukan hanya terjadi di jalur darat (Jalan Tol) saja, melainkan jalur Kereta Api juga mengalami kepadatan sejak H+1 dan H+2 Lebaran 2026.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasi (Daop) mengumumkan bahwa volume kedatangan penumpang arus balik lebih tinggi dibandingkan dengan jalur keberangkatan, dan rata-rata kedatangan (usai libur lebaran) mencapai lebih dari 45 ribu dan 51 ribu setiap harinya.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, tingginya volume kedatangan tersebut terjadi di sejumlah stasiun di Kota besar, yakni seperti Stasiun Pasarsenen 16.945 penumpang, Stasiun Gambir 16.404 penumpang, Stasiun Bekasi 8.210 penumpang, dan Stasiun Jatinegara 5.480 penumpang.

Franoto Wibowo menjelaskan, untuk mempercepat antrian tiket para penumpang, maka pihak KAI telah memaksimalkan sebagian besar kereta yang masih layak dan mumpuni untuk di operasikan, dan saat ini terdapat total 88 perjalanan kereta api jarak jauh yang berhasil di operasikan, seperti 68 KA reguler, 13 KA tambahan dari Gambir, dan 7 KA tambahan dari Pasar Senen.

Franoto Wibowo mengaku bahwa saat ini pihak KAI telah mempersiapkan total 1.083.623 tempat duduk kereta api jarak jauh setiap harinya, dan dengan rata-rata penjualan tiket 74 persen atau setara dengan 802.501 setiap harinya.

Related posts