Mendagri Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Berikut Penjelasannya

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini seluruh kepala daerah di Indonesia sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian daerah dan menyejahterakan seluruh masyarakatnya.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi daerah memang harus dilakukan karena ekonomi daerah sangat berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Bukan hanya berpengaruh terhadap ekonomi nasional saja, tetapi ekonomi daerah juga dapat berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan dan pengangguran nasional.

Program tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh kepala daerah untuk meningkatkan perekonomian daerahnya dan memprioritaskan masyarakatnya.

Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa pemerintah memang hadir dalam partai yang berbeda-beda, suku yang berbeda-beda, dan budaya yang berbeda-beda, tetapi saat ini kita semua sudah bersatu menjadi satu tubuh yakni Kabinet Merah Putih Indonesia, dan mempunyai tugas utama untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia serta membawa negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan dapat mewujudkan cita-cita negara Indonesia sebagai negara maju Indonesia Emas 2045.

Sebagai informasi bahwa saat ini terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan oleh para Kepala Daerah untuk meningkatkan perekonomiannya, langkah yang dimaksud ialah meliputi  mengembangkan pembangunan infrastruktur daerah, mendukung para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan pengembangan potensi lokal daerah, meningkatkan kualitas fasilitas umum masyarakat, dan meningkatkan iklim investasi bisnis.

Baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengumumkan kunci utama keberhasilan Kepala Daerah dalam mengelola ekonomi daerahnya.

Muhammad Tito Karnavian mengaku bahwa kunci yang dimaksud ialah kreativitas, keberanian, gebrakan baru, dan inovasi.

Menurut Muhammad Tito Karnavian, salah satu indikasi keberhasilan Kepala Daerah dalam mengelola daerahnya ialah dilihat dari kemandirian fiskal, jadi dimana daerah mampu menghasilkan ekonominya sendiri dan tidak bergantung terhadap suntikan dana dari pemerintah pusat.

Kemandirian fiskal mampu dicapai dengan sejumlah strategi dan langkah yang tepat, mampu mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PDA) yang timbul karena aktivitas daerahnya sendiri.

Muhammad Tito Karnavian juga memberikan contoh bahwa saat ini telah terdapat sejumlah daerah yang berhasil membangun kemandirian fiskal daerahnya, seperti Kabupaten Bandung dan Pulau Bali, dimana kedua daerah tersebut mampu menciptakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup tinggi dari sektor pariwisatanya.

Selanjutnya, terdapat daerah Timika dan Bonjonegoro yang juga mendapatkan APBD tinggi dari sektor sumber daya alam yang diolah secara optimal.

Disisi lain, Muhammad Tito Karnavian juga merasa sedih karena pada realitanya sampai saat ini masih terdapat daerah dengan pendapatan rendah dan hanya bergantung terhadap suntikan dana modal dari pemerintah pusat..

Oleh karena itu, Muhammad Tito Karnavian ingin menyadarkan seluruh kepala daerah bahwa mereka harus mau dan mampu bekerja lebih lagi optimal lagi agar dapat mencapai kemandirian fiskal.

Muhammad Tito Karnavian juga menegaskan bahwa seluruh kepala daerah harus berpikir lebih jernih serta menggunakan kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk meningkatkan ekonomi daerahnya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian di acara Talk Show Semangat Awal Tahun 2026 di IDN Headquarters (HQ), Jakarta.

 

Pertamina Dukung UMKM Tumbuh Berkelanjutan

Program Pertapreneur Aggregator PT Pertamina (persero)

Sebagai informasi bahwa pertumbuhan ekonomi daerah bukan hanya dinilai dari sektor keuangan APBD saja, melainkan juga dinilai dari pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan, maka pemerintah telah menggandeng sejumlah pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Swasta untuk mendampingi dan memberikan pelatihan kepada para UMKM daerah agar usaha mereka dapat maju dan berkelanjutan.

Baru-baru ini, PT Pertamina (Persero) telah menggelar program Pertapreneur Aggregator di sejumlah daerah di Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, program Pertapreneur Aggregator mempunyai tujuan utama untuk menguatkan UMKM agar mampu menjadi organisasi yang tangguh, sistem yang kuat, dan fondasi yang sehat.

Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yaitu penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Muhammad Baron menjelaskan, program Pertapreneur Aggregator (PAG) adalah program pendampingan UMKM berkelanjutan, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, menembus akses pasar lebih luas, dan peningkatan kualitas usaha.

Menurut Muhammad Baron, dengan adanya fondasi dan sistem yang kuat dari UMKM, maka UMKM akan berkembang menjadi lebih baik lagi dan memberikan dampak positif signifikan terhadap ekonomi rakyat secara luas.

Disisi lain, Muhammad Baron mengaku bahwa UMKM memanglah unit usaha yang kecil, tetapi UMKM mampu memberikan dampak yang besar terhadap ekonomi rakyat dan daerah.

Oleh karena itu, Muhammad Baron juga menghimbau kepada unit badan usaha BUMN dan swasta lain untuk turut menggandeng UMKM di daerahnya.

Related posts