Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini negara Indonesia diakui sebagai negara berkembang.
Banyak negara berkembang yang berlomba-lomba agar menjadi negara maju, salah satunya yaitu negara Indonesia.
Sebagai informasi bahwa negara maju adalah negara yang berhasil mencapai target pembangunannya. Sementara itu, negara berkembang adalah negara yang tingkat kesejahteraan penduduknya masih dalam taraf menengah atau sedang berkembang.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya agar Indonesia dapat menjadi negara yang maju.
Presiden Joko Widodo berharap agar negara Indonesia dapat menjadi negara maju pada 2045 mendatang, pasalnya negara Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah, dan jika kekayaan alam tersebut dimanfaatkan dengan benar maka negara Indonesia akan menjadi negara maju.
Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa salah satu program yang tengah dijalankan untuk menjadi negara maju yaitu dengan cara melakukan program Hilirisasi yang tengah dibangun di Gresik, Jawa Timur.
Diketahui, Hilirisasi adalah proses atau strategi suatu negara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki. Dengan hilirisasi, komoditas yang tadinya di ekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi.
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke smelter yang tengah dibangun oleh Freeport Indonesia di Gresik, Jokowi mengapresiasi realisasi kemajuan pembangunan smelter yang akan mencapai 72 persen, dan ditargetkan dapat selesai sebelum Mei 2024.
Presiden Joko Widodo mengatakan, hasil produksi dari smelter tersebut harus dilakukan integrasi dengan hasil tambang lainnya yang terbesar di berbagai wilayah Indonesia.
Setelah dilakukan integrasi selanjutnya diolah menjadi produk akhir bernilai tambah seperti kendaraan listrik dan baterainya.
“Jadi, ke depan kita memiliki daya saing di situ. Competitiveness kita ada di situ. Smelter ini pijakan fondasi untuk kita menjadi negara maju karena dari yang bertumpu kepada konsumsi, bertumpu sekarang kepada produksi,” ujar Presiden Joko Wdidodo.
Tetapi pada nyatanya, banyak negara maju yang menolak gagasan yang tengah dijalankan oleh pemerintah Indonesia tersebut.
Sejumlah negara maju dan lembaga keuangan internasional meminta Indonesia tidak menjalankan kebijakan hilirisasi. Salah satu contohnya dalah IMF.
The International Monetary Fund (IMF) meminta Indonesia untuk menghapus kebijakan pembatasan ekspor nikel yang merupakan saah satu bentuk hilirisasi.
Beberapa menterti Indonesia geram akan kebijakan yang dikeluarkan oleh negara maju dan IMF tersebut.
Erick Tohir Sebut Negara Maju Takut Indonesia Cepat Kaya

Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan, negara Indonesia saat ini tengah melakukan berbagai upaya agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Erik Thohir mengaku bahwa hal tersebut dilakukan karena untuk mendorong Indonesia agar menjadi negara maju.
Tetapi, banyak negara maju lainnya dan lembaga dunia yang tidak setuju dengan langkah yang tengah dijalankan Indonesia untuk menjadi negara maju.
Menurut Erick Thohir, niat Indonesia jadi negara besar sudah dirintis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), lewat program hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah dari setiap bahan mentah yang jadi harta karun Indonesia selama ini.
Tetapi, niatan itu sedikit terlambat, lantaran negara-negara importir besar sudah terlanjur menikmati kekayaan imbas penjualan produk yang berasal dari raw material Indonesia, semisal sawit ataupun nikel.
“Akhirnya apa, pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja ada di negara lain. Akhirnya ketika boom daripada sumber daya alam ini lewat, akhirnya langsung kita juga terkena efeknya,” ujar Erick Tohir.
Erick Tohir menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2017-2018 beliau melakukan program hilirisasi sumber daya alam, kebijakan tersebut dilakukan agar negara Indonesia dapat menikmati kekayaan alamnya.
Tetapi, hal tersebut terhambat karena ada sejumlah negara maju yang mearasa tersaingi dan menolak program tersebut.
Selain digugat di persidangan WTO, ia menganggap Uni Eropa juga melakukan diskriminasi terhadap ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia lewat kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II.
“Mereka pelan-pelan ingin menutup market kita. Jadi market kita harus dibuka, tetap market mereka harus ditutup dengan alasan-alasan policy yang tentu disusupi,” ujar Erick Tohir.
Mendag Sebut Negara Maju Keberatan Jika Indonesia Bangun Freeport Smelter di Gresik

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini ada beberapa negara maju yang keberatan dan tidak setuju dengan program Hilirisasi yang dilakukan oleh Indonesia di Gresik, Jawa Timur.
“Oleh karena itu, luar negeri, negara maju keberatan. Wong kita mau maju kok mereka yang keberatan. Bayangkan seperti Freeport itu sudah berapa tahun sejak Indonesia merdeka, begitu-begitu saja,” ujar Zulkifli Hasan.
“Pak Jokowi jadi paksa sekarang bikin pabrik, harus hilirisasi di sini. Itu kan memberi nilai tambah yang luar biasa,” sambungnya.
