Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, pada Senin, 11 April 2022 lalu, semua mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia melakukan demo besar-besaran.
Demo 11 April pertama kali ditegakkan dan dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022.
Luthfi Yufrizal, selaku Koordinator Media BEM SI 2022 mengatakan, dirinya sudah mengumpulkan 1.000 massa untuk aksi demo turun langsung kelapangan dan menyalurkan pendapat mahasiswa seluruh Indonesia.
“Estimasi ada 1.000 massa aksi dan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia,” ujar Luthfi Yufrizal.
Pos Polisi Dibakar

Diketahui, pos polisi di Pejompongan, Jakarta Pusat, dibakar oleh pendemo anarkis pada Senin, 11 April 2022.
Kejadian tersebut terjadi setelah unjuk rasa yang diadakan di Gedung DPR/MPR oleh sejumlah mahasiswa.
AKBP Wisnu Wardhana, selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat mengatakan, pihaknya telah mengemankan 17 mahasiswa terkait pembakaran pos tersebut.
“Kami sudah mengamankan. Ada kurang lebih 17 orang,” ujar Wisnu Wardhana.
Wisnu Wardhana juga mengatakan bahwa tim penyidik telah mendalami kasus tersebut Polres Jakarta Pusat.
“Kita dalami keterangan dari mereka. Kita punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status yang kita amankan,” ujar Wisnu Wardhana.
Bukan hanya itu, Wisnu Wardhana juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengidentifikasi hasil rekaman CCTV.
Mengumpulkan Barang Bukti

Wisnu Wardhana mengatakan, pihaknya telah menemukan sejumlah barang bukti pada Selasa, 12 April 2022.
“Jadi sudah diambil beberapa sampel barang bukti di Pospol untuk hasilnya nanti akan segera disampaikan oleh Puslabfor kepada kami,” ujar Wisnu Wardhana.
“Itu sampel yang diambil. Hasil segera secepat mungkin nanti akan disampaikan ke kami dari Puslabfor,” sambungnya.
“Informasi dari Labfor ada satu tempat. untuk sementara itu dulu,” tutupnya.
Berlangsung Ricuh

Sebelum kebakarab pos polisi tersebut, aksi demo di depan Gedung DPR/MPR berlangsung sangat anarkis dan ricuh.
Diketahui, demo berlangsung ricuh saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad turun langsung kelapangan dan menemui para demonstran.
Para demonstran melempari batu dan aqua botol ke arah aparat dan mobil komando.
Banyak demonstran yang memakai baju bebas dan melakukan aksi yang sangat anarkis di sekitaran lokasi.
Polisi masih mencari tahu siapa demonstran yang mengenakan baju bebas tersebut, polisi juga mencurigai orang tersebut merupakan provokator pembakaran pos polisi.
Pihak kepolisian menenangkan dan membubarkan aksi brutal massa demonstran dengan menembakan gas air mata.
