Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan kabar bahwa ada seorang bayi yang masih berusia 3 tahun berinisial N positif narkoba.
Diketahui, bayi bernisial N tersebut mengonsumsi narkotika jenis sabu di Kalimantan Timur (Kaltim).
Kabar tentang bayi berinisial N tersebut sontak menghebohkan warganet serta selebiritis, dan bahkan kabar tersebut juga masuk trending topik di media sosial serta diliput di stasiun TV.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata bayi berinisial N tersebut dapat positif narkoba karena dirinya mengonsumsi air minum dari botol bekas narkoba yang diberikan oleh tetangganya bernisial ST (62).
Kabid Humas Polda Kaltim, Yusuf Sutejo mengatakan, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan tersangka ST dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Iya betul (kasus itu bayi positif narkoba). ST sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” ujar Yusuf Sutejo.
Kronologi

Kabid Humas Polda Kaltim, Yusuf Sutejo, menjelaskan kronologi kejadian bayi berinisial N dapat positif narkoba.
Yusuf Sutejo mengatakan, awalnya bayi berinisial N dan ibunya berkunjung ke rumah tetangganya yang berinisial ST.
Selanjutnya, saat sudah sampai ke rumah ST bayi berinisial N tersebut bermain sendiri dan akhirnya kehausan.
Tersangka ST akhirnya memberikan air minum dari botol kepada bayi berinisial N.
Namun nahas, botol tersebut ternyata botol bekas yang telah digunakan untuk narkoba.
“Yang bersangkutan tidak mengira kalau kemasan air botol yang bekas dipakai bong airnya masih memiliki efek narkoba,” ujar Yusuf Sutejo.
Sesampainya dirumah, bayi berinisial N terus bermain dan hiperaktif, dan bahkan bayi tersebut berhalusinasi sendiri serta kesulitan untuk tidur.
Bukan hanya itu, bayi berinisial N juga tidak nafsu makan dan minum seharian.
Ibunda N akhirnya memutuskan untuk pergi memeriksa N ke rumah sakit anak.
Ketahuan Positif Narkoba

Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata bayi berinisial N tersebut positif menggunakan narkoba jenis sabu.
Dokter yang memeriksa N sontak kaget dan bertanya kepada ibunya N mengapa anaknya bisa sampai positif narkoba.
Ibunda N akhirnya menjelaskan kepada dokter bahwa N mengalami halusinasi dan tidak nafsu makan minum sejak dirinya pulang dari rumah tetangganya ST.
Setelah mengatahui bahwa sang anak positif narkoba, ibunda N akhirnya langsung pergi ke kantor polisi untuk melaporkan tetangganya ST tersebut.
“Yes (langsung ditangkap) iya dong (positif sabu),” ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Yusuf Sutejo.
Efek Sabu Bagi Kesehatan

Melansir dari situs resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan bahwa ada beberapa efek negatif bagi tubuh jika seseorang mengonsumsi narkotika jenis sabu,
BNN mengklaim bahwa penggunaan sabu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung seperti munculnya nyeri dada, detak jantung abnormal, dan tekanan darah tinggi.
Selanjutnya, efek sabu akan berlanjut kepada diseksi aorta akut, serangan jantung, dan jantung berhenti secara tiba-tiba.
Efek tersebut bukan hanya terjadi saat seseorang telah menggunakan narkoba beberapa kali, tetapi efek tersebut juga dapat terjadi saat seseorang pertamakali menggunakan narkotika.
Oleh karena itu, narkotika sangat dilarang negara dan agama, pasalnya narkotika mempunyai efek yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
