Update Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah Menjadi 310

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, berita duka datang dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pada beberapa hari yang lalu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dilanda bencana gempa bumi yang berkekuatan magnitudo 5,6.

Bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur tersebut mengakibatkan sedih yang mendalam bagi warga, pasalnya banyak rumah yang roboh dan warga yang menjadi korban atas bencana gempa tersebut.

Diketahui, saat ini ada ratusan warga yang menjadi korban jiwa atas gempa bumi tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur kini telah bertambah lagi menjadi 310 korban meninggal dunia.

“Sehingga jumlah meninggal menjadi 310 orang,” ujar Suharyanto.

Suharyanto mengklaim bahwa pada Kamis, 24 November 2022. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 38 orang yang awalnya dari 272 orang.

“Korban yang masih belum diketemukan adalah 24 orang. Nah 24 orang ini masih dicari terus. Tetapi 24 orang ini sudah jelas identitasnya,” ujar Suharyanto.

Suharyanto menjelaskan bahwa sampai saat ini tim sar gabungan masih dikerahkan untuk terus berupaya mencari korban yang hilang.

Suharyanto juga mengaku bahwa pada hari ini, tim sar gabungan telah berhasil menemukan 17 jenazah, dan 8 diantaranya sudah diketahui identitasnya.

Sementara, 9 korban jenazah lainnya belum ditemukan identitasnya.

“Ternyata yang ditemukan bukan 7, tetapi ada 9 jenazah. Nah 9 ini karena pelintas, warga luar Kecamatan Cugenang, ini masih diidentifikasi. Mohon seluruh masyarakat di sekitar Kecamatan Cugenang atau seluruh Kabupaten Cianjur atau dari luar Cianjur yang merasa ada anggota keluarganya hilang segera melapor,” ujar Suharyanto.

 

IDI Kerahkan Ratusan Dokter

IDI: 200 Dokter Umum dan Spesialis di Cianjur Bantu Korban Gempa

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengirim ratusan dokter spesiaslis dan obat-obatan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ratusan dokter spesialis tersebut terdiri dari 167 dokter umum, 21 dokter spesialis bedah, 24 dokter spesialis ortopedi, 7 dokter spesialis anestesi, 2 dokter spesialis kejiwaan untuk trauma healing, 7 dokter spesialis anak termasuk 4 dari IDAI Jawa Barat, dan 2 dokter spesialis penyakit dalam dari RS Muwardi Solo.

“IAI datang juga membawa tim apoteker untuk menggerus obat, PPNI, PDGI, semua OP hadir,” ujar kata Ketua Umum PB IDI, Dr Moh Adib Khumaidi.

Adib Khumaidi mengatakan bahwa bantuan relawan dokter dan tenaga kesehatan tersebut didatangkan dari IDI yang ada wilayah serta cabang seperti Kota/Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Karawang, Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota/Kabupaten Bogor, Serang, IDI Depok, IDI Bekasi, Makassar, dan juga Pusat Krisis Kesehatan PB IDI.

“Kami juga ada koordinasi dengan Perhimpunan dibawah IDI seperti PABOI, IDAI, POGI, PAPDI, PERKI, PDPI,” ujar Adib Khumaidi.

Adib Khumaidi menjelaskan bahwa para relawan dokter dan tenaga kesehatan tersebut bekerja secara bergantian.

“Relawan dokter dan nakes bekerja bergantian beberapa gelombang karena sebagian membutuhkan istirahat juga,” sambungnya.

 

Mensos Tri RIsmaharini Bangun Dapur Umum Untuk Korban Gempa Cianjur

Dari Kecamatan ke Kecamatan, Mensos Risma Periksa Stok Logistik Antisipasi Kebutuhan Penyintas Gempa Cianjur - Pikiran-Rakyat.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, mengklaim bahwa pihaknya telah berupaya untuk membangun dapur umum di Jakarta dan Bekasi.

Tri Rismaharini, dapur umum tersebut dibangun karena untuk memudahkan proses penyaluran atau distribusi bantuan makanan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Tri Rismaharini mengaku bahwa pihaknya akan membuat makanan dalam bentuk lauk pauk, dan nasi putih yang akan dimasak langsung di dapur umum tersebut.

“Tadi ada diskusi bahwa kalau nasi kita masak juga di sini takutnya tidak enak sampai di sana. Jadi karena itu di sana tetap masak nasi namun lauk pauk akan kita supply sebagian dari Jakarta dan Bekasi dengan alasan bahwa kita khawatir kebutuhan makanan di sana tidak bisa kita penuhi,” ujar Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini mengaku bahwa sampai saat iin pihaknya telah membangun dapur umum di 16 titik yang berlokasi dekat dengan pengungsian korban bencana gempa.

Related posts