Erick Thohir Sebut Indonesia Harus Bangun Ekosistem Ekonominya Sendiri, Jangan Ikut China dan AS Terus-Menerus

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini ekosistem ekonomi Indonesia berpatok kepada negara China dan Amerika.

Banyak produk dan bahan baku yang didatangkan dari China dan Amerika dan akhirnya diedarkan di Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, adanya G20 bukanlah hanya menjadi sumbolik saja, tetapi kita negara Indonesia harus menunjukan bahwa kita mempunyai kekuatan untuk membangun ekosistem perekonomiannya sendiri.

Erick Thohir mengaku bahwa Indonesia tidak bisa terus-menerus hanya mengikuti ekosistem ekonomi dari China dan Amerika.

“G20 itu kan di mana 20 negara besar yang menguasai 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Itu memperebutkan pengaruh, membangun ekosistem. Sampai kapan kita harus ikut ekosistem China, dan Amerika, kenapa tidak kita bangun ekosistem Indonesia,” ujar Erick Thohir.

Erick Thohir mengatakan bahwa kita mempunyai banyak anak muda yang kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan produk-produk unggul dan mampu bersaing serta diakui oleh dunia.

Erick Thohir juga menjelaskan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai emisi nol pada 2060 untuk keberlangsungan kehidupan para penerus bangsa.

“Indonesia setuju karena untuk anak cucu kita untuk mencapai 2060 zero emision, tapi bukan berdasarkan keinginan negara lain. Dulu mereka juga menggunakan sumber daya alam, tapi saat ini mereka sudah tumbuh duluan. Hari ini karena mereka kalah berkompetisi dengan kita, mereka bikin rantai pasok baru, supaya listrik kita mahal,” ujar Erick Thohir.

Diketahui, zero emision 2060 atau emisi nol 2060 adalah kondisi dimana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.

Oleh karena itu, Erick Thohir menjelaskan bahwa untuk mencapai hal tersebut, kita membutuhkan inovasi dalam mengembangkan perekonomian Indonesia di berbagai sektor.

“Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam membangun ekonomi digital. Misalnya industri game kenapa kita belum tumbuh, nah itu butuh inovasi. Ini kesempatan Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi untuk pertumbuhan ekonomi menjadi Indonesia maju,” ujar Erick Thohir.

 

Luhut: Pemerintah Telah Belanja Produk Dalam Negeri Hingga Rp 994,46 Triliun

 

Luhut: Saya Hidupnya Udah Enak, Ngapain Bekingin Pengusaha Ikan - Bisnis Tempo.co

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah telah belanja produk dalam negeri hingga Rp 994,46 triliun yang dillakukan oleh kementerian/lembaga.

Luhut menjelaskan bahwa sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menargetkan Rp 1.002 triliun harus di belanjakan produk dalam negeri.

“Per November 2022, komitmen belanja PDN oleh K/L/PD dan BUMN telah mencapai lebih dari 994,46 triliun dengan realisasi mencapai angka 584,59 triliun,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengaku bahwa pemerintah sangat mengapresiasi dan akan mendukung produk dalam negeri.

Menurut Luhut, produk dalam negeri mempunyai kualitas yang bagus dan sudah dapat bersaing di pasar global.

Oleh karena itu, pemerintah sangat mendukung produk dalam negeri agar produk dalam negeri mampu di ekspor di seluruh dunia.

“Ini membuktikan keberpihakan pemerintah terhadap produsen dalam negeri. Akan tetapi, diperlukan akselerasi realisasi belanja PDN oleh pemerintah pusat dan daerah yang baru mencapai 343,29 triliun,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

“Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), peralihan belanja impor ke belanja PDN senilai Rp 400 Triliun saja dapat memberi dampak ekonomi di kisaran 1,6 persen hingga 1,7 persen dengan serapan 2 juta tenaga kerja,” sambungnya.

Luhut menjelaskan bahwa produk dalam negeri akan sangat membantu pertumbuhan ekosistem perekonomian Indonesia.

 

1 Juta Produk Dalam Negeri Ada di E-Katalog

Media Xinhua Beberkan peran Luhut Binsar Panjaitan dalam Kerjasama Tiongkok-Indonesia - FAJAR

Luhut Binsar Pandjaitan dengan bangga mengatakan bahwa produk sampai bulan November 2022 ini, sudah ada 2,18 juta produk dalam negeri yang telah terbit di E-katalog.

Luhut juga mengatakan bahwa angka tersebut telah melampaui target yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Pada beberapa pekan sebelumnya, Presiden Joko Widodo pernah menargetkan bahwa bahwa harus ada 1 juta produk dalam negeri yang terbit di E-katalog.

“Capaian e-Katalog telah menyentuh angka 2,18 juta produk, jauh melampaui target dari Bapak Presiden, yaitu sebanyak 1 juta produk pada 2022,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kita targetkan pada 2023 dapat mencapai 5 juta produk,” tutupnya.

Related posts