Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan tragedi sepak bola di Kanjuruhan.
Bahkan, tangisan duka tersebut juga dirasakan oleh negara Spanyol khususnya di pertandingan La Liga Spanyol yang digelar pada Minggu, 3 Oktober 2022.
Diketahui, sebelum memulai pertandingan La Liga Spanyol, semua pemain, crew, dan suporter yang ada di lapangan mengheningkan cipta untuk korban di tragedi Kanjuruhan.
Florentino Perez, selaku pemilik klub bola Real Madrid, mengajak semua orang yang ada di lapangan untuk mengheningkan cipta.
“Santiago Bernabéu mengheningkan cipta selama satu menit sebelum kick-off untuk mengenang mereka yang tewas dalam tragedi di stadion Kanjuruhan, di pulau Jawa (Indonesia),” tulis akun Instagram Real Madrid.
Bukan hanya itu, banyak klub sepak bola dunia lainnya yang turut mengucapkan bela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan, mulai dari Manchester United, Manchester City, Arsenal, Liverpool, Real Madrid dan Barcelona.
“FC Barcelona berduka atas peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia dan menolak segala tindakan kekerasan baik di dalam maupun di luar lapangan. Belasungkawa yang tulus kami sampaikan kepada keluarga dan teman-teman para korban,” tulis akun Twitter FC Barcelona.
Bahkan, seluruh pengurus FIFA juga turut mengucapkan bela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan.
“Bendera-bendera berkibar setengah tiang di markas-markas FIFA sebagai penghormatan kepada mereka yang kehilangan nyawanya,” tulis akun Twitter FIFA.
Pertandingan Paling Berbahaya ke 3 di Dunia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4177808/original/095218900_1664678778-AP22275022289228.jpg)
Tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi sepak bola yang paling berbahaya dan mematikan ke tiga di dunia.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan telah melakukan pemutakhiran data mengenai korban yang tewas atas tragedi Arema yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Sebelumnya, pihak kepolisian mengklaim bahwa ada 127 korban jiwa, selanjutnya bertambah menjadi 129, dan yang terakhir menjadi 174 orang.
Oleh karena itu, tragedi Kanjuruhan disebut sebagai tragedi dan pertandingan yang paling mengerikan dan berbahaya di dunia.
Pada Minggu, 2 Oktober 2022, pihak Polri mengklaim bahwa ada 125 korban jiwa.
“Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129, setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang. Jumlah korban luka sebanyak 323 orang,” ujar Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
Kronologi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan berawal dari kekalahan Arema melawan Persebaya yang mendapatkan skor 2-3, pertandingan tersebut berlangsung pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Diketahui, suporter Aremania tidak terima dengan kekalahan tersebut dan para suporter turun ke lapangan untuk memicu kerusuhan.
Para aparat dan petugas keamanan langsung mengamankan suporter yang turun kelapangan tersebut.
Saat melakukan pengamanan justru para suporter anarkis dan menambah massanya untuk turun ke lapangan.
Para aparat kesulitan untuk membubarkan para suporter yang sangat banyak tersebut.
Oleh karena itu, para aparat melakukan penembakan gas air mata untuk membubarkan suporter di lapangan.
Setelah penembakan gas air mata tersebut, para massa menjadi tambah anarkis dan banyak suporter yang pingsan karena berdesak-desakan dan susah nafas.
Alhasil, banyak suporter yang tumbang dan luka-luka karena susah nafas dan berdesak-desakan tersebut.
Bahkan, banyak suporter juga yang teringjak-injak oleh kerumunan dan kerusuhan massa.
