Kemenag Akan Mengatur Waktu Pendaftaran Hingga Keberangkatan Untuk Jemaah Umrah

Kemenag Akan Mengatur Waktu Pendaftaran Hingga Keberangkatan Untuk Jemaah Umrah

Beritatrendindonesia.com – News, Kementerian Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, selama ini tidak ada regulasi yang mengatur mengenai batas maksimal waktu pemberangkatan calon jemaah umrah setelah mendaftarkan diri melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau yang biasanya disebut agen perjalanan.

Hal tersebut yang membuat terjadinya kasus PT First Travel di mana banyak calon jemaah yang telah menunggu sekian lama untuk mendapatkan jadwal berangkat untuk menunaikan ibadah umrah.

“Selama ini regulasi tersebut tidak ada yang diatur, makanya kasus First Travel terjadi,” ucap Lukman dalam pertemuan bersama Ombudsman RI di Kuningan, Jakarta, Rabu (4/9/2017).

Ke depan, ucap Lukman, Kemenag sedang mengatur regulasi baru. Selain mengenai referensi harga minimal penyelenggaraan umrah, regulasi baru itu juga akan mengatur mengenai batas waktu pemberangkatan.

“Bagi PPIU harus jelas ada batas waktu saat jemaah mendaftar dan berangkat, ini 3 bulan,” ucap dia.

Lukman juga mengungkapkan bahwa uang pendaftaran yang dimiliki oleh jemaah tidak boleh diputar untuk kepentingan bisnis yang lain.

Sebelumya, Kemenag mencabut izin operasional First Travel. Surat pencabutan izin itu terdapat dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 589 Tahun 2017 mengenai Penjatuhan Sanksi Administrasi Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Anugerah Karya Wisata sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Keputusan Menteri tersebut sudah berlaku pada 1 Agustus 2017.

Dalam kasus ini, First Travel memberikan harga pemberangkatan umrah yang relatif lebih murah ketimbang dengan agen travel lainnya. Hal itu yang membuat para calon jemaah tergiur dan ingin membeli tiket dengan harga murah tersebut.

Akan tetapi sampai dengan batas waktu yang telah dijanjikan, calon jemaah tersebut masih belum diberangkatkan, sehingga perusahaan tersebut dinilai telah melakukan penipuan terhadap para calon jemaah.

Kepolisian yang telah menahan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, yang juga direktur di perusahaan tersebut.

Related posts