Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami musim hujan dengan intensitas hujan yang tinggi.
Sebagai informasi bahwa saat ini terdapat beberapa daerah yang terdampak bencana banjir akibat adanya intensitas hujan yang sangat tinggi tersebut.
Tingginya curah hujan juga mengakibatkan beberapa tanggul jebol dan air meluap hingga ke area pemukiman warga.
Bahkan, ketinggian air banjir di beberapa daerah sudah mencapai kurang lebih 1 meter, dan aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Beberapa daerah yang terdampak bencana banjir tersebut meliputi Sumatera Selatan, Bekasi, dan Grobogan.
Meskipun saat ini banyak daerah yang terkena dampak negatif dari musim penghujan, tetapi baru-baru ini, seluruh masyarakat Kota Yogyakarta justru sedang dihebohkan dengan adanya fenomena langka yang terjadi di daerah Jogja, fenomena langka tersebut adalah hujan es atau hujan kristal.
Hujan es atau hujan kristal tersebut terjadi di sejumlah daerah yang ada di Kota Yogyakarta , hujan es berlangsung selama 2 hari dan terjadi selama kurang lebih 10-15 menit.
Beberapa lokasi yang mendapatkan fenomena hujan es tersebut meliputi alan Kaliurang, Jalan Monjali, Jalan Magelang, kampus UGM di Bulaksumur, serta Kantor KPU Kota Yogyakarta dan Ringroad Barat Sleman.
Salah satu warga lokal, Skolastika Yori mengatakan, pada awalnya warga panik dan belum mengetahui tentang fenomena langka yang sedang terjadi di Kota Jogja.
Skolastika Yori menjelaskan, hujan es datang dengan tiba-tiba, dan suaranya sangat keras serta nyaring jika terkena genteng atap rumah atau bangunan.
Skolastika Yori mengaku bahwa saat fenomena tersebut terjadi, banyak warga lokal yang langsung berhamburan keluar rumah untuk menyaksikan datangnya hujan es di Kota Jogja.
Banyak warga juga yang mengabadikan momen langka tersebut, dan mereka membagikan foto atau video ke sosial media seperti Instagram maupun TikTok.
Kabar tentang fenomena langka hujan es di Kota Jogja sangat viral di sosial media, dan sempat menjadi trending topik di berbagai platform sosial media.
Berikut salah satu cuplikan yang memperlihatkan fenomena langka hujan es di Kota Jogja:
@pandanganjogja Daerah kalian juga hujan es? Hujan es melanda beberapa wilayah di Yogyakarta, Selasa (11/3) sore. Fenomena ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama 15 menit, disertai angin kencang. Warga melaporkan butiran es berukuran kecil turun bersamaan dengan hujan lebat. Laporan terjadi di sekitaran Jalan Wates, Jalan Monjali, Jalan Magelang, dan sekitar UGM. “Hujannya ngeri, ada kayak batu, tak tok tak tok,” ujar salah seorang warga Sleman yang sedang dalam perjalanan ke Kota Yogya, Putra, Selasa (11/3). Menanggapi fenomena ini, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, menyebut hujan es ini terjadi disebabkan adanya awan kumulonimbus (Cb) dengan suhu puncak awan hingga -72,5 derajat celcius ayng terpantau di satelit. “Artinya suhu di sana itu sampai minus 72,5 derajat celcius. Kemudian butiran-butiran es yang terbentuk di awan kumulonimbus jatuhnya bebas tanpa mengalami hambatan sehingga es itu bisa sampai ke bawah,” ujarnya dalam keterangan pers via zoom meeting, Selasa (11/3). Aset: Artikel: Pandangan Jogja Video: Dok. Istimewa #hujanes #hujan #fenomenaalam #yogya #sleman #diy #kumulonimbus #awan #pandanganjogja #pjnews
Tidak Ada Dampak Signifikan

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan bahwa tidak ada dampak serius atau dampak negatif dari fenomena hujan es yang melanda Kota Jogja.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga mengklaim bahwa tidak ada kerusakan serius yang terjadi akibat fenomena hujan es, hanya saja masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah dahulu, pasalnya butiran es bertekstur keras dan cukup bahaya jika terkena kulit.
Para Ahli Iklim mengklaim bahwa hujan es dapat terjadi karena adanya energi potensial di udara, serta kelembaban udara yang cukup tinggi dan udara lembab tersebut berada di bawah udara kering.
Saat terjadi pembentukan butiran es di udara, suhu di permukaan bumi biasanya lebih hangat dibandingkan dengan suhu di ketinggian, hal tersebutlah yang menjadikan adanya perbedaan suhu yang signifikan antara bumi dan langit atau udara.
Para Ahli Iklim menjelaskan bahwa fenomena hujan es adalah fenomena yang normal, dan fenomena tersebut memang kerap terjadi pada negara tropis.
