Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini tingkat kenakalan remaja sedang mengalami kenaikan di sejumlah daerah Indonesia.
Sebagai informasi bahwa remaja merupakan usia rentan yang berkisar 14-17 tahun, dan seseorang yang sedang mengalami usia remaja tersebut biasanya kerap mencari jati diri nya dengan berbagai hal.
Jati diri sendiri merupakan ciri-ciri khusus seseorang yang membentuk identitas sejati seseorang, dan biasanya dilakukan dengan penampilan fisik maupun aspek batin atau inner-self.
Seorang remaja laki-laki dan perempuan mempunyai dua sikap yang berbeda, yakni remaja laki-laki biasanya mencari jati diri dengan cenderung mencobai hal yang berbau kenakalan, sedangkan remaja perempuan biasanya mencari jati diri dengan cenderung mencoba merubah diri seperti penampilan pakaian dan make up.
Hal yang paling dikawatirkan oleh orang tua adalah jika anaknya sedang menginjak usia remaja, terlebih lagi remaja laki-laki, karena kenakalan remaja laki-laki sangat tidak bisa ditebak dan sulit untuk dikontrol.
Kenakalan remaja laki-laki yang biasa dilakukan ialah seperti bergabung dengan suatu kelompok tertentu atau geng, mencoba minuman alkohol, merokok, dan melakukan aksi kekerasan perundungan atau tawuran.
Meskipun terdapat sejumlah kenakalan yang dilakukan oleh remaja laki-laki, tetapi kenakalan yang paling sering dilakukan dan terjadi di seluruh daerah yakni melakukan aksi tawuran.
Sebagai informasi bahwa tawuran merupakan perkelahian antar satu kelompok dengan kelompok yang lain, biasanya dilakukan antar geng pelajar, dan tawuran tersebut juga menggunakan alat yang berbahaya seperti celurit, besi, batu, dan kayu.
Tawuran tersebut sangat berdampak negatif terhadap diri sendiri dan orang lain, karena banyak sekali korban jiwa yang berjatuhan akibat tawuran, dan banyak juga aktivitas masyarakat yang terganggu karena tawuran.
Karena tingginya kasus tawuran di sejumlah daerah, akhirnya baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta telah resmi menggelar program pembangunan fasilitas olahraga ring tinju dan olahraga fisik di daerah Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Tempat tersebut merupakan daerah yang biasa digunakan markas antar kelompok geng untuk melakukan tawuran.
Oleh karena itu, dengan adanya fasilitas olahraga dan pemantauan yang ketat, maka perkelahian tersebut diharapkan mampu dilakukan dengan aman, nyaman, dan sesuai dengan ketentuan olahraga tinju maupun bela diri lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono mengatakan, selain membangun ring tinju, pihaknya juga berencana akan membangun fasilitas olahraga lainnya seperti skateboard, lapangan sepak bola, maupun fasilitas gym agar anak-anak remaja dapat menyalurkan jati diri nya dengan energik dan bugar tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain.
Pramono mengaku bahwa jika memang fasilitas tersebut diminati oleh banyak remaja, maka dalam waktu dekat dirinya akan menggelar pertandingan tinju resmi di sejumlah daerah rawan tawuran.
Hal tersebut bertujuan untuk menekan angka tawuran di sejumlah daerah DKI Jakarta.
Salah satu remaja yang dikenal bandel, Tri Wahyudi (19) mengaku bahwa dirinya dan kelompoknya sangat senang dengan program pembangunan ring tinju dan fasilitas olahraga di sejumlah Flyover, karena hal tersebut sangat berdampak positif terhadap kebugaran diri.
Tri Wahyudi juga mengaku bahwa dengan adanya ring tinju tersebut, maka para kelompok atau geng dapat menyalurkan ekspresi emosinya dengan lebih aman dan nyaman lagi, tanpa melanggar hukum
Disisi lain, Tri Wahyudi juga meminta kepada pemerintah untuk turut mempekerjaan satpam atau body guard dan wasit di sejumlah kawasan ring tinju yang biasa dibuat untuk tawuran tersebut, karena peran satpam-body guard-wasit sangat penting untuk keamanan dan keselamatan bersama.
