Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakt Indonesia.
Sebagai informasi bahwa upaya pemerintah tersebut juga selaras dengan cita-cita negara Indonesia untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, saat ini pemerintah juga telah menggelar sejumlah program unggulan yakni meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), program 3 juta rumah rakyat, sekolah rakyat, dan swasembada pangan dan energi.
Meskipun telah mempunyai sejumlah program unggulan, tetapi yang menjadi fokus pemerintah saat ini ialah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat sekolah rakyat dan pembukaan lapangan pekerjaan nasional.
Pengembangan SDM sangatlah penting dan harus dilakukan oleh negara Indonesia, karena pada dasarnya negara Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah.
Tetapi, SDA yang melimpah tersebut terasa sia-sia jika tidak dikelola dengan baik dan benar, oleh karena itu, untuk mendukung pengelolaan SDA yang baik dan benar, dibutuhkan suatu SDM yang unggul dan berkualitas.
Dengan pengembangan SDM secara massal di negara Indonesia, maka tingkat kemiskinan di Tanah Air akan semakin menurun dan pemerintah dapat berhasil mengentaskan kemiskinan.
Salah satu program nyata tentang pengembangan SDM dan pembukaan lapangan kerja baru-baru ini hadir di lingkup Kementerian Agama.
Kementerian Agama Republik Indonesia telah resmi membuka kuota kurang lebih sekitar 40 ribu peserta untuk menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno mengatakan, program tentang pembukaan PPG akan dimulai pada akhir tahun 2026.
Menurut Amien Suyitno, program tersebut bukan hanya berdampak terhadap pengembangan SDM saja, melainkan juga untuk meningkatkan minat dan bakat masyarakat untuk menjadi profesi guru di negara Inddonesia.
Karena, pada dasarnya profesi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia dan kerap disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa.
Amien Suyitno menjelaskan, saat ini program pembukaan profesi guru sedang memasuki tahap persiapan, dan sedang dilakukan pengkajian ulang untuk dampak, manfaat, dan anggarannya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno di Gedung Kementerian Agama, pada Selasa, 03 November 2026.
Siapkan Tunjangan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno mengatakan, pihaknya secara resmi akan mempersiapkan tunjangan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi seluruh guru non-ASN pada tahun 2026.
Setelah dilakukan penelitian, ternyata saat ini telah terdapat sebanyak kurang lebih 181.000 guru non-ASN yang ditargetkan akan menerima tunjangan BPJS Ketenagakerjaan pada akhir tahun 2026.
Program tentang penerimaan tunjangan tersebut merupakan komitmen dari Kemenag dan sejumlah pihak terkait untuk menyejahterakan seluruh guru di Indonesia, khususnya guru yang dalam naungan Kemenag.
