Ganjar Pranowo Melarang Masyarakat Menggunakan Petasan Yang Berbahaya di Perayaan Nataru

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) sudah dekat.

Diketahui, saat ini sudah banyak orang yang menjual berbagai petasan mulai dari kembang api kecil hingga kembang api besar yang berbahaya.

Gurbenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyalkaan petasan yang berbahaya saat perayaan Nataru nanti.

“Biasanya pesta-pesta yang terkait dengan petasan yang membahayakan ya jangan. Tapi ketertiban dan keamanan mesti dijamin, disiapkan,” ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengatakan bahwa dirinya ingin agar perayaan Nataru nanti semua daerah kondusif tertib dan tidak ada kejadian-kejadian yang dapat merugikan masyarakat.

Ganjar Pranowo mengaku bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk merayakan Nataru, tetapi dengan catatan angka kasus Covid-19 mereda.

“Tentu saja kalau Covidnya mereda ya kita pasti persilakan karena ini juga men-generate ekonomi,” ujar Ganjar Pranowo.

Disisi lain, Ganjar Pranowo juga ingin bahwa pada perayaan Nataru ini, kota-kota di Jawa Tengah dapat menjadi daya tarik tersendiri.

“Maka kenapa tadi saya sampaikan, tempat-tempat pariwisata atau tempat menarik nanti jadi perhatian,” ujar Ganjar Pranowo.

Saling Bertoleransi

Ganjar Pastikan Tol Semarang-Demak Bisa Digunakan Saat Nataru

Ganjar Pranowo mengatakan, kita sebagai warga negara yang baik harus saling menghormati antar sesama dan tanpa memandang agama atau apapun itu.

Ganjar Pranowo mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bertoleransi dan ikut bersukaria dengan adanya perayaan Natal 2022 nanti.

“Saya mengajak masyarakat untuk perayaan natal besok, kita bisa saling menghormati agama apapun,” ujar Ganjar Pranowo.

“Ritual mereka beribadah kita hormati, kita turut merayakan dengan ikut bersukaria, meskipun tentu saja tidak ikut ibadahnya. Nah dengan cara itu, hormat menghormatinya akan bisa ditunjukkan,” sambungnya.

 

Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 di Nataru

Bagaimana Islam Memandang Pandemi Covid-19? -

Seperti yang kita tahu, saat ini angka kasus COvid-19 di Indonesia sudah mereda dan bahkan hampir tidak ada kasus meninggal karena Covid-19.

Meskipun demikian, tetapi pemerintah masih menghimbau masyarakat agar selalu waspada dan belajar dari kasus-kasus sebelumnya.

Diketahui, angka lonjakan kasus Covid-19 selalu dimulai setelah adanya perayaan-perayaan besar, contohnya yaitu Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

Oleh karena itu, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyepelakan dan selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun.

Related posts