Gurbernur Bali Wayan Koster Menyebar 77 Ribu Bibit Cabai Untuk Memerangi Inflasi

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, banyak pakar ekonomi dunia yang memprediksi bahwa pada tahun 2023 mendatang akan terjadi inflasi dunia.

Inflasi dunia pada tahun 2023 terjadi karena banyak faktor, salah satunya yaitu adanya perang antara Rusia dan Ukraina.

Oleh karena itu, banyak pemerintahan dunia yang mempersiapkan ekonominya untuk tahun 2023 mendatang.

Inflasi akan terjadi pertama kali yaitu inflasi sandang pangan seperti beras, cabai, dan bawang.

Guna mengatasi inflasi karena kenaikkan harga pangan, Pemerintah Provinsi Bali dan Bank Indonesia (BI) melakukan berbagai upaya salah satunya yaitu Gerakan Tanam Cabai Merdeka.

Gurbernur Provinsi Bali I Wayan Koster melakukan gerakan nasional tanam cabai merdeka 77 ribu bersama para relawan, pada Jumat, 9 Desember 2022.

“Kami meluncurkan beberapa kegiatan strategis yaitu gerakan nasional tanam cabai merdeka 77 ribu, melalui penyerahan secara simbolis bibit cabai kepada 90 perwakilan kepala daerah,” ujar Wayan Koster.

Wayan Koster mengatakan bahwa Pemporv Bali telah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi inflasi pada tahun 2023.

Strategi yang pertama yaitu melakukan operasi pasar guna memfokuskan pada komoditas pangan.

Operasi pasar di beberapa daerah Bali dilakukan agar pemerintah dapat memastikan bahwa bahan pangan masyarakat tercukupi.

Komoditas bahan pangan yang dimaksud ialah seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam kedua.

Selanjutnya, untuk strategi yang kedua yaitu mendorong kerjasama antar daerah komoditas pangan untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Strategi ketiga yaitu optimalisasi penggunaan program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat.

Strategi yang keempat yaitu pelaksanaan program pangan bersubsidi bagi penduduk di bawah garis kemiskinan. Kelima, mengkomunikasikan harga dan lokasi penjualan komoditas kepada masyarakat untuk memperkuat komunikasi kebijakan.

Keenam, membentuk protokol guna memperkuat koordinasi dalam rangka pengendalian inflasi inflasi. Selain itu, Koster mengatakan pihaknya telah membentuk tim pengendalian inflasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Pulau Dewata.

“Untuk menjaga inflasi Provinsi Bali agar dapat kembali ke sasaran yang ditetapkan yaitu 3 persen dengan deviasi plus minus 1 persen,” ujar Wayan Koster.

 

Presiden Joko Widodo Menghimbau Kita Tidak Bisa Main-Main

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah Pertemuan Tingkat Tinggi

Presiden Joko Widodo menghimbau bahwa kita tidak bisa meremehkan inflasi pada tahun 2023 mendatang.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa kita harus bekerja lebih ekstra lagi dengan keadaan yang sulit ini.

Destry Damayati, selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan, pemerintah daerah menjadi kunci utama dari pengendalian inflasi.

“Saya yakin sekali masalah inflasi pangan ini akan bisa terkendali karena memang pada akhirnya inflasi pangan ini ada di daerah dan tidak semua bisa di-mapping dari pusat,” ujar Destry Damayati.

Destry Damayati menjelaskan bahwa sebelumnya Presiden Joko Widodo telah membentuk tim untuk pengendalian inflasi.

“Pada saat itu Presiden langsung mengadakan rapat dan kita semua diundang saya mewakili Gubernur. Arahan beliau jelas sekali. Kita tidak bisa bermain main dengan inflasi ini,” ujar Destri Damayanti

Diketahui, inflasi merupakan sebuah bahaya dan penyakit yang perlu dihindari dan harus diantisipasi, pasalnya inflasi sangat merugikan dan menyengsarakan negara, khususnya masyarakat.

“Inflasi menyebabkan harga naik, kalau harga naik pendapatan kita tidak naik, akhirnya daya beli dari pendapatan kita mengurang,” ujar Destry Damayati.

 

Melakukan Mapping

Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI

Destry Damayati mengatakan, setiap pemerintah daerah harus melakukan mapping untuk mengetahui daerah mana yang menjadi lumbung pangan.

“Pemda harus punya mapping, mana yang jadi lumbung pangan, dan tingkatkan perdagangan antar daerah atau wilayah,” ujar Destry Damayati.

“Makanya kita harapkan peran aktif Pemda mau provinsi atau kabupaten/kota untuk bersama-sama menangani inflasi,” sambungnya.

Related posts