Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, dalam beberapa hari kedepan, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau Lebaran 2025.
Sebagai informasi bahwa hari raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh setiap orang di Indonesia, khususnya bagi yang beragama muslim.
Pasalnya, pada hari raya Idul Fitri atau Lebaran tersebut pasti banyak umat muslim yang diliburkan oleh perusahaan atau tempat kerjanya.
Hari libur yang diberikan oleh perusahaan, biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan mudik atau pulang ke kampung halamannya.
Diketahui, sepekan menjelang lebaran pasti banyak daerah atau jalan yang mengalami kepadatan atau kemacetan, karena banyaknya orang yang melakukan mudik.
Mudik dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum yang telah disediakan pemerintah maupun swasta.
Diketahui, saat ini pemerintah telah mempersiapkan beberapa langkah untuk menghadapi padatnya arus lalu lintas saat momen mudik lebaran 2025.
Beberapa langkah yang telah dipersiapkan tersebut ialah seperti menyediakan akomodasi gratis bagi para buruh atau karyawan, menggelar operasi ketupat, mendirikan posko bagi para pemudik, dan memberikan edukasi terhadap para pemudik.
Baru-baru ini, Perum Bulog mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar mudik gratis bagi 650 orang dengan 13 unit bus yang tersebar di beberapa daerah Indonesia.
Acara mudik gratis yang disediakan oleh Perum Bulog tersebut diberikan judul atau nama “Mudik Gratis BUMN Bersama Perum Bulog 2025”.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq mengatakan, acara mudik gratis yang disediakan oleh Perum Bulog tersebut adalah acara tahunan, dan setiap tahun pihaknya terus menambah kapasitas akomodasi yakni bus.
Jika dilihat dari tahun sebelumnya, maka Perum Bulog hanya menyediakan 9 bus pada tahun 2024, dan pada tahun 2025 ini Perum Bulog menambah kapasitas akomodasi menjadi 13 bus.
Marga Taufiq menjelaskan, acara mudik gratis merupakan bentuk bukti dari rasa tanggungjawab dan kepedulian sosial Perum Bulog terhadap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang kurang mampu atau menengah kebawah.
Marga Taufig menjelaskan bahwa 13 bus akan diberangkatkan dari DKI Jakarta menuju ke beberapa daerah Indonesia, seperti Semarang, Solo, Jogja, Ponorogo, Purwantoro, Ponorogo, Lamongan, Malang, Cilacap, Klaten, Wonosobo, Dieng, Salatiga, Purwodadi, Ungaran, dan Sumatera.
Menurut Marga Taufig, saat ini rute terjauh terdapat di daerah Sumatera, yakni Palembang, Lampung, dan Medan.
Aksi mudik gratis yang digelar oleh Perum Bulog tersebut juga menunjukan bahwa BUMN dan Pemerintahan sangat serius dalam menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility) dan Pembangunan Berkelanjutan.
Dalam penerapan CSR dan Pembangunan Berkelanjutan dijelaskan bahwa perusahaan tidak boleh berfokus dalam mencari keuntungan atau laba saja, tetapi dalam melakukan bisnisnya, perusahaan juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan.
Jadi, jika perusahaan mampu menerapkan CSRĀ dan Pembangunan Berkelanjutan, maka perusahaan tersebut akan dinilai sebagai perusahaan yang bertanggungjawab dan mempunyai kepedulian sosial dan lingkungan.
Meningkatkan Serapan Beras Bulog

Perum Bulog mengumumkan, pada tahun 2025 ini, pihaknya juga akan meningkatkan angka penyerapan beras dari petani Indonesia, dengan target serapan 3 juta ton beras.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq mengatakan, pada periode ini, pihaknya telah menerima anggaran sebesar Rp 16,6 triliun dari Kementerian Keuangan untuk meningkatkan angka penyerapan beras di Indonesia.
Marga Taufiq menjelaskan, anggaran tersebut akan segera dialokasikan untuk membeli gabah kering panen (GKP) langsung dari para petani lokal atau petani Indonesia dengan harga Rp 6.500 per kg.
Marga Taufiq mengaku bahwa saat ini pihaknya telah berhasil melakukan penyerapan beras atau pembelian GKP langsung dari petani sebesar 650 ribu ton, dan pihaknya juga masih mempunyai beras cadangan atau CBP hingga 2,2 juta ton.
Jadi, pihak Perum Bulog sangat optimis dan berani memastikan bahwa stok beras pada periode ini sangat aman, dan kuantitasnya sudah sangat mencukupi dari total kebutuhan beras sehari-hari.
Disisi lain Marga Taufiq juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat mencintai dan membeli beras lokal, yakni beras dari petani Indonesia.
Dengan begitu, maka para petani di Indonesia akan mengalami kemakmuran dan beras lokal akan mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia, dan bahkan kualitasnya tidak kalah saing dengan produk luar.
