Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini nilai tukar mata uang Indonesia (Rupiah) terus mengalami pelemahan terhadap mata uang Amerika Serikat (Dolar).
Sebagai informasi bahwa saat ini kurs atau nilai tukar Rupiah terhadap Dolar telah mencapai angka yang signifikan yakni Rp 16.560 per 1 Dolar Amerika Serikat.
Bahkan beberapa pekan yang lalu, kurs atau nilai tukar Rupiah terhadap Dolar sempat berada di titik tertinggi yakni Rp 16.580 per 1 Dolar Amerika Serikat.
Angka kurs tersebut menunjukan bahwa saat ini nilai tukar mata uang Rupiah Indonesia telah mengalami pelemahan yang cukup serius, dan hal tersebut akan berdampak terhadap beberapa sektor yang pada akhirnya akan berdampak buruk juga terhadap ekonomi Indonesia.
Pengamat Ekonomi dari Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita mengatakan, melemahnya kurs mata uang Indonesia akan berdampak signifikan pada roda perekonomian nasional, khususnya terhadap sektor yang bergerak dalam bidang impor industri manufaktur.
Ronny menjelaskan, lemahnya kurs mata uang Rupiah akan sangat membebani biaya operasional perusahaan dalam biaya impor.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya kebutuhan konversi rupiah ke dolar yang semakin besar, sehingga meskipun volume impor tetap, harga dalam rupiah menjadi lebih mahal.
Dampak dari pelemahan mata uang Rupiah akan dirasakan langsung terhadap para sektor industri manufaktur yang bergantung dengan bahan atau barang dari pihak luar atau impor barang.
Menurut Ronny, sejak beberapa puluh tahun yang lalu, sebagian besar sektor industri manufaktur di Indonesia sudah berlangganan dan bergantung terhadap bahan baku atau bahan setengah jadi dari pihak luar atau impor barang.
Oleh karena itu, jika kurs mata uang Rupiah terus mengalami pelemahan, maka seluruh industri manufaktur yang menggunakan bahan impor akan melakukan peningkatan biaya produksi, dan pada akhirnya harga produk barang jadi tersebut akan semakin meningkat.
Setelah para industri manufaktur meningkatkan harga produk barang jadinya, maka nantinya para konsumen atau masyarakat juga akan terkena imbasnya, yakni sejumlah produk di pasaran mulai mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Solusi Dari Bank Indonesia (BI)

Pengamat Ekonomi dari Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita mengatakan, Bank Indonesia (BI) mempunyai peran penting dalam mengatasi masalah pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah Indonesia terhadap Dolar Amerika Serikat.
Ronny menjelaskan, salah satu cara utama yang dapat dilakukan oleh BI adalah BI harus mulai masuk ke pangsa pasar dan membeli kembali surat hutang yang telah dilepas oleh para investor asing, dan hal tersebut berguna untuk mencegah jatuhnya harga surat hutang dan menghindari dampak buruk terhadap sektor keuangan Indonesia.
Ronny juga menuturkan, “kalau peran Bank Indonesia lebih kepada intervensi di pasar sekunder, jadi kalau ada sentimen negatif di pasar uang, sentimen negatif di pasar surat hutang, lalu investor itu kabur ke luar negeri, mau tidak mau kan, Bank Indonesia itu harus masuk, mengintervensi, mengambil, membeli kembali surat hutang itu gitu lah.”
Menurut Ronny, saat ini pihak Bank Indonesia harus melakukan analisa tentang kekuatan dari sebuah intervensi yang telah dilakukan dan Bank Indonesia harus mengetahui tentang dampak negatif dan positif dari sebuah intervensi terhadap jumlah cadangan devisa negara.
Disisi lain, Ronny juga mengeluhkan bahwa data devisa negara kurang terbuka dan pembuatannya sangat bertele-tele, bahkan beberapa periode lalu, data devisa negara mengalami keterlambatan publikasi hingga berbulan-bulan.
Oleh karena itu, saat ini pihak Bank Indonesia harus mulai membenahi sistem mereka dan mengambil langkah strategis atau melakukan gebrakan agar nilai tukar Indonesia tidak terus-terusan melemah.
Terlebih lagi, jika negara Indonesia dapat bangkit dan nilai tukarnya semakin meningkat maka akan banyak para investor luar yang melirik dan mereka akan tertarik untuk melakukan investasi di negara Indonesia, karena Indonesia dianggap sebagai negara hebat yang roda perekonomiannya bertumbuh pesat.
