PT Pertamina Tbk Perkuat Ketahanan Energi Melalui Proyek RDMP Balikpapan

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan suatu barang jadi yang telah berhasil diolah dari minyak bumi dan gas bumi serta campuran bahan lainnya.

Sebagai informasi bahwa bahan bakar sangat berguna terhadap kehidupan kita sehari-hari, contohnya seperti keperluan transportasi, kebutuhan rumah tangga, dan industri.

Diketahui, saat ini telah terdapat beberapa perusahaan BBM yang telah menyebar luas di negara Indonesia, dan perusahaan tersebut terbagi menjadi dua bagian yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta.

Perusahaan BBM yang dimiliki oleh negara Indonesia adalah PT. Pertamina Patra Niaga, dan perusahaan BBM swasta yang telah tersebar di Indonesia yakni meliputi Shell, BP-AKR, Vivo, dan Exxon Mobil.

Meskipun telah mempunyai banyak perusahaan BBM di Indonesia, tetapi penjualan terbesar tetap dimenangkan oleh PT. Pertamina Patra Niaga.

Alasan utama Pertamina masih menduduki peringkat atas dalam penjualan BBM di Indonesia adalah karena pemerintah memberikan subsidi jenis BBM tertentu Pertamina terhadap masyarakat kurang mampu.

BBM Pertamina yang diberikan subsidi oleh pemerintah yakni meliputi Solar, Pertalite, dan Minyak Tanah.

Sedangkan, BBM Pertamina yang tidak diberikan subsidi oleh pemerintah yakni meliputi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat kebutuhan minyak dan BBM yang cukup tinggi, yakni sekitar 1,6 juta barel setiap hari, tetapi saat ini negara Indonesia hanya mampu memproduksi BBM sekitar 600.000-700.000.

Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan minyak dan BBM harian, maka pemerintah akan melakukan impor dari negara lain agar kebutuhan minyak dan BBM di Indonesia terpenuhi.

Baru-baru ini, PT Pertamina Tbk mengumumkan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi agar kebutuhan energi nasional dapat tercukupi dan dapat menciptakan produk yang ramah lingkungan.

Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengklaim bahwa kebutuhan energi di negara Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan di proyeksikan meningkat sekitar 4,7 persen per tahunnya hingga tahun 2050.

Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani mengatakan, saat ini pihak Pertamina telah membangun proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, dan proyek ini diharapkan mampu menjadi kunci utama dalam mengatasi kebutuhan energi di negara Indonesia.

Milla Suciyani menjelaskan, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan adalah proyek strategis PT Pertamina yang telah dibangun sejak beberapa waktu yang lalu, dan diprediksi akan diresmikan pada bulan Desember 2025.

Milla Suciyani mengaku bahwa RDMP Balikpapan akan mengolah minyak dengan menggunakan sumber daya terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

 

Kualitas Lebih Unggul

Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani mengatakan, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan merupakan proyek modernisasi dan lebih unggul dibandingkan dengan proyek lain, karena RDMP Balikpapan mampu mengolah minyak mentah hingga 360.000 barel per hari, dan RDMP Balikpapan akan dinobatkan sebagai pengolahan minyak terbesar di Indonesia.

Dalam praktiknya, RDMP Balikpapan akan menggunakan teknologi terbarukan yakni seperti teknologi Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dengan standar internasional.

Menurut Milla Suciyani, proyek RDMP Balikpapan akan menjadi tumpuan utama untuk menjawab kebutuhan energi di negara Indonesia, karena kapasitasnya sangat besar dan menggunakan program yang terbaru, sehingga nantinya RDMP Balikpapan juga mampu menciptakan produk dengan kualitas yang unggul, dan produk yang dihasilkan oleh RDMP Balikpapan adalah produk yang adaptif terhadap kebutuhan masa yang akan datang.

Bahkan, proyek RDMP Balikpapan juga telah digadang-gadang akan mampu menciptakan produk BBM yang berkualitas tinggi dan setara dengan standar Euro V.

Euro V adalah standar BBM yang telah ditetapkan oleh regulasi emisi Uni Eropa yang sangat ketat, dan regulasi ini bertujuan untuk menekan angka emisi karbon seperti polusi udara yang disebabkan oleh gas buang kendaraan, seperti Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx), Hidrokarbon (HC), dan Partikel Materi (PM),

Milla Suciyani menjelaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahannya saja, melainkan proyek ini juga akan meningkatkan produksi BBM jenis lebih ramah lingkungan seperti gasoline, gasoil, elpiji, dan avtur.

Milla Suciyani mengaku, proyek RDMP Balikpapan juga akan berdampak positif signifikan terhadap visi dan misi negara Indonesia, yakni menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.

Bukan hanya berdampak terhadap perekonomian negara saja, melainkan proyek ini juga akan berdampak positif terhadap masyarakat, karena proyek RDMP Balikpapan akan diproyeksikan dapat membuka lapangan pekerjaan hingga 24 ribu tenaga kerja pada puncak masa konstruksi, dan proyek ini juga dapat membuka ruang bagi para pelaku ekonomi lokal, seperti UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), industri transportasi, dan industri teknologi.

Related posts