Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Ke-8.
Sebagai informasi bahwa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah resmi dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) pada Minggu, 20 Oktober 2024 lalu.
Pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berjalan dengan baik, dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Atas pelantikannya tersebut, maka Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat selama lima tahun kedepan, yakni terhitung dari tahun 2024 sampai 2029.
Setelah resmi dilantik, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan langsung mengumumkan kabinet kerja masa pemerintahannya mendatang, dan kabinet kerja tersebut diberi nama “Kabinet Merah Putih”.
Saat ini total terdapat 48 Menteri dan 5 Kepala Badan serta 56 Wakil Menteri yang telah dilantik dan bergabung dalam Kabinet Merah Putih.
Jika dilihat dari waktu atau tanggal pelantikan, maka saat ini Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran telah bekerja selama 100 hari, dan saat ini terdapat beberapa opini terkait 100 hari kerja masa Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pengamat Politik Agung Baskoro mengatakan, saat ini kinerja para Menteri Kabinet Prabowo-Gibran memang relatif bagus, tetapi ada beberapa Menteri Kabinet Merah Putih yang kinerjanya kurang memuaskan, seperti Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan, dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Beberapa menteri diatas mempunyai kinerja yang kurang bagus dan kurang menonjol, para menteri diatas harus lebih banyak belajar dan menunjukan aksi nyata, bukan hanya omon-omon saja.
Agung Baskoro mengaku bahwa salah satu contoh kinerja yang kurang bagus dari para menteri diatas adalah misalnya Natalius Pigai yang meminta tambahan anggaran hingga Rp20 triliun, padahal baru dilantik.
Selanjutnya, Satryo Brodjonegoro karena polemik dengan pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sehingga menyebabkan aksi demo. Satryo dianggap bersikap arogan kepada pegawainya.
Terakhir, terdapat Menteri Wahyu Sakti Trenggono yang mengakibatkan masalah pagar laut, dan Menteri Yandri terkait surat-menyurat urusan pribadi yang dikaitkan dengan logo Kemendes.
Menurut Pengamat Politik Agung Baskoro, tindakan atau sikap para menteri diatas sangat tidak mencerminkan Pancasila, dan mereka tidak dapat menyejahterakan rakyat serta membantu menyukseskan program unggulan Prabowo-Gibran.
Agung Baskoro menjelaskan bahwa saat ini Presiden Prabowo Subianto harus mengambil langkah tegas terhadap para Menteri Kabinet Merah Putih yang kinerjanya bertele-tele dan bekerja hanya untuk kepentingan pribadi, tanpa mementingkan kepentingan rakyat.
Agus Baskoro mengaku bahwa kinerja yang kurang optimal dari para Menteri Kabinet Merah Putih tersebut akan menurunkan tingkat kepuasan publik masyarakat terhadap masa Pemerintahan Prabowo-Gibran, dan ujung-ujungnya Presiden dan Wakil Presiden saja yang disalahkan oleh rakyat.
Kinerja Memuaskan

Pengamat Politik Agung Baskoro mengatakan, saat ini terdapat beberapa Menteri Kabinet Merah Putih yang mempunyai kinerja cukup bagus dan maksimal, serta digemari oleh masyarakat Indonesia.
Beberapa menteri yang dimaksud yakni meliputi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo, Menteri Koordinator Bidang Infrastrukur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pertanian, dan (Mentan) Amran Sulaiman.
Agung Baskoro menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto harus menjadikan momen 100 hari kerja sebagai evaluasi para Menteri Kabinet Merah Putih, dan mereka harus dituntut lebih lagi untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan efisien, efektif, dan akurat.
Tanggapan Presiden Prabowo Subianto
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002970/original/066186000_1731428185-WhatsApp_Image_2024-11-12_at_22.55.14.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini Menteri Kabinet Merah Putih sudah bekerja dengan maksimal, dan mereka menjunjung tinggi nilai integritas dan kredibilitas pemerintah terhadap rakyat.
Menurut Presiden Prabowo Subainto, saat ini terdapat beberapa hasil kerja memuaskan dari para Menteri Kabinet Merah Putih, beberapa hasil tersebut meliputi penurunan harga harga bahan bakar minyak (BBM), biaya haji, dan harga tiket pesawat.
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen bahwa para Menteri Kabinet Merah Putih akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Indonesia, dan pemerintah akan membantu meningkatkan penghasilan rakyat dengan cara membuka lowongan kerja sebanyak mungkin, dan meningkatkan UMR tiap daerah di Indonesia.
