Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat, dan setiap tahun pasti ada pembaharuan sistem teknologi yang semakin canggih.
Sebagai informasi bahwa saat ini beberapa pabrik teknologi dunia telah menciptakan sistem kecerdasan buatan yang sangat canggih dan dapat melakukan beberapa kegiatan layaknya manusia.
Diketahui, kecerdasan buatan tersebut diberinama dengan sebutan Artificial Intelligence (AI).
Kecerdasan buatn atau AI juga dapat di definisikan sebagai cabang ilmu komputer dimana AI dibuat dengan tujuan untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya dikerjakan oleh manusia, seperti belajar, bernalar, dan menyelesaikan masalah yang ada.
Definisi lain dari AI adalah alat yang dibuat guna dapat berfikir dan bertindak layaknya seorang manusia.
Beberapa pakar dunia mengaku bahwa AI merupakan alat yang sangat canggih dan sangat cerdas, bahkan AI dapat mengalahkan cara berpikir manusia dalam beberapa hal, khususnya yang berbentuk teori.
Beberapa contoh yang dapat dilakukan oleh AI adalah meliputi, membuat lagu otomatis tanpa merekam suara, membuat gambar, menirukan suara manusia, membuat animasi yang realistis, memecahkan suatu masalah, dan mempunyai teori yang luas.
Meskipun dikenal dengan kemampuannya yang sangat hebat dan tidak terbatas, tetapi saat ini AI justru dapat menjadi ancaman bagi kehidupan manusia.
Banyak orang yang takut bahwa pekerjaan mereka akan diambil alih oleh AI sepenuhnya, karena AI dapat melakukan apa yang manusia lakukan.
Bukan hanya mengambil alih pekerjaan saja, tetapi kecerdasan dan kemampuan AI juga dapat disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan dengan cara curang atau tindakan yang jahat yang dapat merugikan orang lain.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini terdapat sejumlah masyarakat Indonesia yang menjadi korban atas kejahatan AI yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Adanya mesin kecerdasan buatan seperti deepfake atau swapface membuat para pelaku kriminal dengan mudah melancarkan aksinya.
Diketahui, deepfake merupakan konten visual yang telah dimanipulasi dengan menggunakan kecerdasan buatan atau AI, dan deepfake dapat menirukan suara atau rupa dari seseorang.
Sedangkan, swapface merupakan pertukaran wajah yang telah dimanipulasi dengan menggunakan kecerdasan buatan atau AI, dan wajah tersebut terlihat seperti asli tanpa editan.
Banyak masyarakat yang telah menjadi korban atas modus kejahatan tersebut, dan mereka para korban juga kagum karena para pelaku kriminal telah menggunakan AI untuk memanipulasi dan mencuri data dari korbannya, bahkan manipulasi identitas tersebut sangat sulit dibedakan dengan aslinya.
Para korban sangat geram, dan mereka mendesak pihak kepolisian atau badan cyber nasional untuk mulai bergerak dalam memecahkan masalah AI tersebut.
Tanggapan dan Upaya Kepolisian

Kombes Pol Ade Ady Syam Indradi mengatakan, saat ini terdapat 944 laporan kasus kejahatan cyber yang masuk ke Polda Metro Jaya, dan beberapa di antaranya telah melibatkan AI untuk memanipulasi data.
Ade Ady Syam Indradi menjelaskan, dalam beberapa kasus tersebut yang menjadi korban adalah pihak perbankan, dimana pelaku kriminal telah melibatkan AI untuk mendapatkan data nasabahnya dan memanipulasi identitas, lalu pelaku kriminal berhasil mendapatkan pin untuk mengakses rekening korban.
Ade Ady Syam Indradi mengaku bahwa saat ini pihaknya mempunyai beberapa alat canggih atau teknologi khusus untuk membongkar kasus kriminal yang melibatkan AI atau kecerdasan buatan.
Menurut Ade Ady Syam Indradi, sampai kapanpun pelaku tidak akan lolos dari kejaran polisi, dan sepandai-pandainya pelaku bersembunyi, pasti akan tertangkap juga.
Direktorat Siber Polda Metro Jaya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani kasus kejahatan siber yang mengandalkan AI, dan pihak Siber Nasional juga telah berkolaborasi dengan para pakar komputer untuk mengungkap kasus kejahatan siber di Indonesia.
Pihak Siber Nasional juga berkomitmen bahwa saat ini pihaknya telah berupaya untuk memperkuat keamanan data negara dan data identitas pribadi seluruh masyarakat Indonesia.
Meskipun telah mempunyai keamanan yang handal dan memperkuat sistem, tetapi yang namanya teknologi pasti ada saja celahnya untuk dibobol oleh para oknum kriminal.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat sipil harus mempunyai kemampuan dan pemahaman dalam menjaga data atau identitas kita agar kita tidak menjadi korban atas kejahatan siber tersebut.
Direktorat Siber Polda Metro Jaya juga mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan seminar atau edukasi nasional secara berkala untuk menyadarkan masyarakat tentang betapa kejamnya dunia digital ini, dan dalam seminar tersebut masyarakat akan mendapatkan tips dan triks untuk menjaga data identitas pribadi agar tidak dapat dicuri ataupun dimanipulasi oleh pihak lain.
