Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat, dan setiap tahun pasti ada saja gebrakan dan pembaruan dari dunia teknologi.
Transformasi kecanggihan teknologi memang merupakan bentuk nyata dari keajaiban dunia, contoh nyata dari transformasi teknologi yakni dahulu seseorang berkomunikasi menggunakan surat kantor pos, tetapi saat ini seseorang dapat melakukan aktivitas komunikasi hanya dengan menggunakan alat telepon genggam.
Sebagai informasi bahwa teknologi sudah menjadi sahabat kita dalam kehidupan sehari-hari, pasalnya setiap kegiatan yang akan kita lakukan pasti membutuhkan teknologi, contohnya yakni seperti diskusi dengan teman di sosial media, mencari informasi di internet, melakukan transaksi dengan teknologi m-banking atau semacamnya, dan masih banyak lagi.
Diketahui, pada beberapa tahun yang lalu, teknologi kecerdasan buatan mulai dikembangkan oleh banyak pakar teknologi dunia, dan teknologi kecerdasan buatan tersebut diberi nama Artificial Intelligence (AI) yang berbasis OpenAI.
Saat ini penggunaan OpenAI terus meningkat di seluruh negara di dunia, teknologi AI akan terus dikembangkan seiring berjalannya waktu, dan AI juga dinilai mampu mendukung pekerjaan manusia dengan seksama, efektif, dan efisien.
Contoh pekerjaan manusia yang dapat dibantu oleh AI ialah meliputi administrasi kantor, pembuatan konten, dan analisis data.
Bahkan, sangking canggihnya dan cerdasnya teknologi tersebut, maka AI kerap dijadikan sebagai jalan keluar atau dipakai untuk pemecahan suatu masalah.
Baru-baru ini, 50 siswa SMA di daerah Jabodetabek yang juga merupakan finalis lomba National Innovation Challange telah berkumpul dan melakukan inovasi baru yakni memanfaat AI untuk mengatasi isu permasalahan krisis lingkungan di Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan puncak akhir dari kompetisi program “Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition” yang digelar oleh BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan melibatkan langsung 100 pelajar SMA se-Jabodetabek.
Teknologi Dapat Berdampak Positif Bagi Sosial dan Lingkungan
Presiden Direktur BASF Indonesia, Christofer Arisandy mengatakan, saat ini dunia teknologi memang sudah berkembang dengan sangat pesat, dan kita harus mulai beradaptasi serta melakukan transisi menuju perekonomian digital dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, untuk dapat melakukan transisi maka kita harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan sebaik mungkin, dan saat ini pihaknya telah membuka peluang yang tinggi untuk para siswa dalam mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, pihak BASF Indonesia juga mengusung pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), dimana para siswa harus mencari berbagai cara, langkah, dan strategi agar tantangan lingkungan di Indonesia dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi.
Tema yang diangkat dalam kompetisi tersebut ialah mencakup Aksi Iklim, Air dan Sanitasi, Konsumsi Bertanggung Jawab, Ekonomi Sirkular, Energi Berkelanjutan, dan Solusi Digital untuk Berkelanjutan.
Setelah para kontestan mendapatkan tema, maka mereka langsung melakukan berbagai upaya agar dapat mencapai tujuan yang di inginkan.
Setelah melakukan berbagai upaya dan dinilai oleh para dewan juri, maka pemenang utama dalam kompetisi tersebut ialah Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta dengan inovasi alat pemanen air kelembapan udara bernama O2H: Atmospheric Water Harvesting System.
Perangkat dan sistem yang dibangun oleh Tim Gen V tersebut mampu mengubah kelembapan udara menjadi air bersih yang layak di konsumsi melalui sistem penyaringan yang ketat yakni seterilisasi berbasis teknologi AI, dan perangkat tersebut sudah menjawab tentang persoalan krisis air pada musim kemarau di Indonesia.
Inovasi dan keberhasilan oleh para siswa Tim Gen V tersebut membuktikan bahwa saat ini teknologi kecerdasan buatan sangatlah penting dan jika digunakan dengan benar maka dapat berdampak positif serta bermanfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
