Profesi ASN Tak Lagi Menjadi Impian Gen Z

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, sejak beberapa tahun yang lalu, profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi yang sangat di idam-idamkan dan semua masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan profesi tersebut.

Sebagai informasi bahwa pendaftaran profesi PNS atau ASN selalu dibuka setiap tahunnya, dan jumlah peserta atau pendaftar selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Bahkan, terdapat banyak peserta yang gagal tetapi mereka tidak pernah menyerah untuk mengikuti proses seleksi pada tahun berikutnya dan berikutnya lagi sampai titik keberhasilannya.

Diketahui, tingginya minat masyarakat dalam mendaftar ASN tersebut dipengaruhi dengan adanya budaya pemikiran bahwa ASN adalah cita-cita yang sangat mulia dan menjanjikan sampai hari tua, bahkan sejak zaman dahulu semua orang percaya bahwa menjadi ASN adalah hal yang sangat membanggakan dan akan dianggap sukses oleh banyak orang.

Profesi ASN juga kerap dijadikan sebagai ajang gengsi yang tidak main-main di kehidupan sosial, khususnya dalam lingkungan keluarga, saudara, dan para teman.

Seiring berkembangnya zaman, dunia semakin berubah, dan saat ini profesi PNS atau ASN sudah tidak lagi menjadi cita-cita atau tujuan hidup para generasi muda, khususnya generasi yang tumbuh dalam era digital yakni generasi Z.

Berdasarkan penelitian yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini generasi Z lebih memilih untuk bekerja dalam ekosistem digital, contohnya adalah seperti menjadi konten kreator, wisausaha online, freelance, dan pekerja remote internasional.

Alasan utama generasi Z sudah tidak lagi tergila-gila dengan profesi ASN yakni karena mereka tidak ingin bekerja dibawah tekanan dan bekerja dengan banyak peraturan.

Terlebih lagi, saat ini citra ASN juga dirusak dengan adanya oknum para koruptor yang kerap mengambil hak atau uang rakyat.

Generasi Z lebih menyukai pekerjaan yang fleksibel, tidak ribet, dan bisa bekerja dimanapun serta kapanpun, bahkan bekerja dengan passion atau hobi mereka masing-masing tanpa adanya tuntutan dari siapapun.

Terdapat perbedaan mendasar antara generasi Z dengan generasi zaman dulu dalam dunia bekerja, generasi Z lebih menyukai pekerjaan yang santai tidak birokratis dan tidak terikat dengan pihak manapun, bahkan generasi Z lebih menyukai perusahaan startup dibandingkan perusahaan yang mempunyai nama besar dan terkenal.

Sedangkan, generasi zaman dulu lebih menyukai pekerjaan yang terstruktur, terjamin di hari tua, mempunyai gaji tetap, dan bekerja di perusahaan yang ternama atau di lini pemerintahan.

 

Mengembangkan Industri Digital

Ilustrasi Generasi Z atau Gen Z. Tenaga Kerja

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis di lapangan langsung, maka mendapatkan hasil bahwa sebagian besar para generasi Z lebih memilih bekerja dalam industri digital, seperti konten kreator, sosial media specialist, grapich designer, video editor, penulis artikel, wirausaha online, software enginering, data analyst, UX/UI designer, dan hal lain yang berhubungan dengan dunia digital.

Hal ini selaras dengan adanya teknologi digital yang semakin berkembang pesat dan sangat canggih, perkembangan teknologi yang dimaksud ialah seperti berkembangnya platform sosial media dan aplikasi dari masa ke masa, sebagai contoh yakni pada zaman dulu alat komunikasi hanyalah sebatas SMS dan Telepon, tetapi saat ini sudah muncul banyak aplikasi alat komunikasi terkenal dan canggih, seperti WhatsApp, TikTok, Instagram, Snapchat, dan lainnya, aplikasi tersebut tidak hanya diperuntukan untuk komunikasi saja, melainkan juga menawarkan fitur video visual, konten hiburan, berita terkini, dan masih banyak lagi.

Faktor utama yang mempengaruhi tingginya minat generasi Z dalam bekerja di dunia digital tersebut karena mereka lahir dan tumbuh besar di dunia digital, dan mereka sudah mempunyai smartphone atau komputer sejak kecil.

Oleh karena itu, mereka sangat mudah beradaptasi dengan perkembangan dunia digital, dan sebagian besar generasi Z tidak ada yang gagap teknologi.

Related posts