Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini korupsi sudah menjadi budaya dalam sektor pemerintahan, dan korupsi selalu ada pada setiap periodenya.
Sebagai informasi bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan yang melibatkan suatu individu, kelompok, maupun instansi, dan korupsi juga terdiri dari berbagai model seperti suap, manipulasi, perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan negara, dan masih banyak lagi.
Diketahui, negara Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai tingkat korupsi paling tinggi di dunia.
Bahkan, beberapa oknum pejabat atau pemerintah di Indonesia telah melakukan korupsi hingga triliunan rupiah, dan hal tersebut sangat merugikan negara dan bangsa Indonesia.
Baru-baru ini, kasus korupsi yang masih hangat dan menjadi perbincangan banyak warganet ialah kasus korupsi timah atau tambang ilegal yang terjadi di daerah Bangka Belitung, bahkan 80 persen hasil produksi timah telah diselundupkan oleh sejumlah oknum kepada pihak asing menggunakan kapal ferry.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa total kerugian yang dialami oleh negara akibat kasus korupsi timah di Bangka Belitung tersebut mencapai angka Rp 300 triliun rupiah.
Kerugian yang dialami oleh negara mencapai angka yang sangat fantastis, dan banyak pihak yang menyayangkan hal tersebut, sejumlah pihak mengklaim bahwa jika kekayaan alam di Indonesia tidak di korupsi oleh para koruptor, maka negara Indonesia dapat menjadi negara maju dan banyak masyarakat yang hidup dalam kesejahteraan.
Tetapi, pada realitanya banyak sekali para koruptor yang mengambil dan merampas kekayaan alam Indonesia, dan mereka melakukan itu semua untuk semata-mata memperkaya diri sendiri, tanpa melihat dampak dan risiko yang terjadi.
Karena maraknya kasus korupsi di Indonesia, akhirnya Presiden Prabowo Subianto turun tangan untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya, dan melakukan penyusunan ulang struktur organisasi agar lebih baik lagi.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini pihaknya telah berhasil menangkap para pelaku koruptor dan melakukan perampasan aset tambang ilegal yang ada di daerah Bangka Belitung, dan dari hasil perampasan aset tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan 6 smelter yang diduga digunakan dalam operasional pertambangan ilegal.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, 6 smelter hasil sitaan korupsi tambang ilegal akan diserahkan kepada PT Timah Tbk. Pemerintah berharap agar 6 smelter hasil sitaan korupsi ini dapat bermanfaat bagi PT Timah untuk meningkatkan hasil produksinya.
Dalam proses pelaksanaannya, 6 smelter hasil sitaan tersebut diserahkan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazar. Selanjutnya, Suahasil Nazar menyerahkan kepada CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
Terakhir, Rosan Roeslani menyerahkan 6 smelter hasil sitaan korupsi kepada Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyitaan atau perampasan aset hasil korupsi ini dapat menjadi bukti bahwa dirinya dan pemerintah memang serius dalam memberantas korupsi tambang ilegal atau penyelundupan di Indonesia.
Nilai Barang Sitaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372006/original/096089300_1759730841-IMG_2333.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, jika dikalkulasi secara keseluruhan, maka nilai harga barang hasil sitaan kasus korupsi mencapai Rp 6-7 triliun rupiah.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, nilai keseluruhan tersebut hanyalah barang yang nampak saja, atau barang jadi yang dapat dijual langsung, sedangkan, terdapat barang lain seperti tanah jarang yang nilainya jauh lebih besar jika diuraikan.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, terdapat juga barang monasit mentah yang dimana nilai dalam satu ton dapat mencapai USD 200 ribu, sedangkan kita menemukan 40.000 ton monasit dari hasil sitaan.
Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengucapkan terima kasih kepara para aparat, Panglima TNI, Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai, dan seluruh pihak yang turut andil dalam menyelamatkan aset negara Indonesia.
1. Daftar 6 smelter hasil sitaan korupsi:
- Smelter PT Sariwiguna Bina Sentosa
- Smelter PT Refind Bangka Tin
- Smelter PT Menara Cipta Mulia
- Smelter PT Tinindo Internusa
- Smelter PT Stanindo Inti Perkasa
- Smelter CV Venus Inti Perkasa
2. Daftar barang atau aset lain yang hasil sitaan korupsi:
- Peralatan tambang: 165 unit
- Alat berat: 108 unit
- Logam timah: 680.687,60 kg
- Gedung mess: 1 unit
- Tanah: 22 bidang dengan total luas 238.848 meter persegi
- Total nilai aset Rp 1.451.656.830.000
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, perampasan aset dan penyerahan aset terhadap PT Timah bukan semata-mata untuk memulihkan perekonomian negara Indonesia saja.
Melainkan, untuk memperkuat lagi tata kelola perusahaan khususnya pada sektor Sumber Daya Alam (SDA).
Raja Juli Antoni menjelaskan, seluruh industri tambang di Indonesia harus mempunyai izin yang jelas dan terbarukan, baik industri tambang negeri maupun swasta. Izin tersebut sangat penting karena di dalam perizinan terdapat seluruh peraturan yang harus ditaati oleh industri tambang, salah satunya yakni industri tambang harus transparan dalam melakukan kegiatan operasionalnya, tidak mengambil sumber daya alam melebihi dari kapasitas yang di izinkan, tidak boleh merusak ekosistem sekitar, serta industri tambang juga harus mempunyai kepedulian sosial dan lingkungan.
