Presiden Prabowo Subianto Sambangi Korban Banjir Bandang Sumatera

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini saudara kita yang tinggal di daerah Pulau Sumatera Utara (Sumut) sedang mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Sebagai informasi bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumut telah berlangsung selama beberapa pekan, dan hingga hari ini banjir bandang dan tanah longsor tak kunjung surut dan berhenti.

Diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga menyebar ke beberapa daerah Sumatera lainnya, yakni seperti Aceh dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data yang ada maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat 442 korban yang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Selanjutnya, terdapat 2.500 warga yang mengalami luka-luka, dan 553.900an warga yang mengungsi, jadi jika di total secara keseluruhan, maka terdapat 1.4 juta penduduk di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang terkena dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengumumkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 3.300 unit rumah rusak berat, 4.100 unit rusak sedang, 20.700 unit rumah yang mengalami rusak ringan, 204 unit fasilitas pendidikan rusak parah, dan 270 unit jembatan rusak parah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, saat ini pihaknya terus berpaya semaksimal mungkin untuk mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Suharyanto menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi degan sejumlah pihak terkait agar proses evakuasi dan pertolongan dapat berjalan dengan cepat dan maksimal, pihak terkait tersebut meliputi tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, dan jajaran pemerintahan.

Menurut Suharyanto, saat ini akses ke sejumlah lokasi terdampak masih terputus, dan pihak terkait belum bisa melakukan evakuasi ke jalur tersebut, yakni jalur Tapanuli ke Sibolga.

Suharyanto mengaku bahwa jalur Tapanuli ke Sibolga benar-benar sudah tertutup dan jalanan juga telah tertimbun tanah longsor hingga mencapai 50 kilometer.

Berdasarkan pantauan dari tim lapangan, maka dijelaskan bahwa pembukaan akses jalur Tapanuli ke Sibolga membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 3 sampai 4 hari kedepan.

Selanjutnya, daerah Aceh yang perlu mendapatkan prioritas pertolongan dan bantuan yakni adalah Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Terakhir, daerah Sumatera Barat yang juga perlu mendapatkan pertolongan dan bantuan yakni adalah Kota Padang, Padang Pariaman, Solok, Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang.

Berikut merupakan video singkat tentang bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumatera:

@asepnurdin354

Wilayah Tapanuli (Sumatera Utara) dan Aceh dilanda bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem pada akhir November 2025. Bencana ini juga dipicu oleh perkembangan Siklon Tropis Senyar di perairan timur Aceh. Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang terdampak. Dampak bencana di Tapanuli Korban jiwa dan hilang: Menurut data Polda Sumatera Utara, hingga 28 November, 62 orang meninggal dunia dan 65 orang masih dalam pencarian di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Wilayah terdampak: Setidaknya enam kabupaten/kota mengalami dampak parah, termasuk Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, dan Nias. Tapanuli Tengah mencatat jumlah korban meninggal tertinggi. Kerusakan infrastruktur: Di Tapanuli Selatan, banjir bandang menghancurkan akses jalan dan jembatan, menyebabkan dua desa terisolasi. Di Tapanuli Utara, alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menimbun jalan. Di Mandailing Natal, sejumlah kecamatan terdampak dan akses jalan terputus. Dampak bencana di Aceh Korban jiwa dan hilang: Hingga 28 November, tercatat 35 orang meninggal dunia dan 25 orang dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor di Aceh. Di Aceh Tengah, tercatat 16 orang meninggal. Warga terdampak dan mengungsi: Lebih dari 97.000 orang terdampak, dengan wilayah Aceh Timur mencatat jumlah terdampak terbanyak. Di Aceh Tengah, 6.104 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi. Pada 27 November, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan 20.759 jiwa mengungsi di 16 kabupaten/kota. Kerusakan infrastruktur: Jalan nasional Medan-Banda Aceh terendam banjir di beberapa lokasi, seperti Desa Peuribu di Aceh Barat. Jembatan penghubung di jalur nasional terputus di Pidie, Aceh. Status tanggap darurat: Gubernur Aceh telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Potensi bencana: BMKG memprediksi 22 dari 23 kabupaten/kota di Aceh berpotensi mengalami banjir sepanjang November 2025. Penanganan bencana secara keseluruhan Evakuasi dan logistik: Tim SAR gabungan melakukan upaya penyelamatan terhadap warga yang terjebak. Helikopter dan pesawat angkut berat juga dikerahkan untuk evakuasi dan mendistribusikan logistik di daerah yang terisolasi. Permohonan status bencana nasional: Seorang legislator dari Sumatera Barat berharap agar bencana banjir dan longsor di tiga provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) dapat ditetapkan sebagai bencana alam nasional karena banyaknya korban jiwa. #bencana #longsor #banjir #tapanuli #aceh

♬ suara asli – santri petualang tv – santri petualang tv

Saat ini seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat telah bergandengan tangan untuk bekerja sama mengirim bantuan pangan ke daerah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Bahkan, sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perusahaan Swasta juga turut memberikan bantuan sosial dan pangan kepada daerah yang terdampak bencana.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto telah resmi datang langsung ke daerah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Presiden Prabowo Subianto tiba di daerah terdampak pada Senin, 1 Desember 2025, dan beliau juga didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Presiden Prabowo Subianto bukan datang untuk sekedar menjalankan tugas negara saja, melainkan beliau datang dengan menggunakan kerendahan hati dan kepedulian sosial, Presiden Prabowo Subianto juga mau turun langsung untuk menyambangi para korban terdampak bencana dan beliau juga melakukan diskusi bersama terkait solusi dan bantuan yang ada.

Banyak warga yang terharu dengan kerendahan hati Presiden Prabowo Subianto, dan sejumlah warga juga turut memeluk hangat dan berjabat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa kita semua adalah satu keluarga , dan kita tidak akan pernah membiarkan keluarga kita untuk memikul bebannya sendirian.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto berjanji bahwa dirinya dan jajaran pemerintahan akan turut membantu memperbaiki seluruh infrastruktur dan rumah warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

 

Tetap Bersyukur

Presiden Prabowo Kunjungi Para Korban Bencana Banjir di Aceh dan Sumatera - Sinpo.id

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini kita harus bersyukur karena BMKG telah memberikan kabar baik bahwa cuaca telah berangsur cerah dan banjir yang terjadi sejumlah daerah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akan segera surut.

Presiden Prabowo Subianto juga berkomitmen bahwa sebentar lagi aliran listrik di daerah terdampak akan segera pulih 100 persen, dan ketersediaan air bersih juga dipastikan akan segera dibenahi.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, hal yang paling menjadi prioritas saat ini alah mengirim bantuan dengan menggunakan jalur udara terhadap para warga terdampak bencana, khususnya bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pangan.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa saat ini pihaknya telah mengerahkan Hercules dan Helikopter untuk mengirim bantuan ke daerah yang akses daratnya tertutup oleh banjir dan tanah longsor.

Related posts