NOD Berhasil Bawa Kopi dan Rempah Indonesia Menjadi Go Internasional

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Sebagai informasi bahwa sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia terbagi menjadi dua jenis, yakni sumber daya alam hayati, dan sumber daya alam non hayati.

Sumber daya alam hayati merupakan kekayaan alam yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan.

Sedangkan, sumber daya alam non hayati merupakan kekayaan alam yang berasal dari benda mati atau komponen yang tidak hidup seperti air, tanah, udara, dan mineral.

Sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia tersebut telah diakui oleh banyak negara di dunia, dan banyak negara juga yang melakukan impor bahan baku atau bahan setengah jadi dari negara Indonesia untuk kebutuhan pokok atau produksi di negaranya.

Karena sangking kayanya akan sumber daya alam, maka banyak negara di dunia yang berlomba-lomba untuk melakukan investasi secara besar-besaran di negara Indonesia, investasi tersebut juga datang dari sektor yang bermacam-macam, seperti sektor keuangan, bahan baku, energi, infrastruktur, barang konsumen primer, dan sektor teknologi.

Diketahui, meskipun kekayaan alam di Indonesia telah terbagi menjadi banyak sektor, tetapi salah satu komoditas yang paling diunggulkan dan terkenal dari negara Indonesia ialah rempah-rempah, karena rempah-rempah yang dimiliki oleh negara Indonesia sangatlah beragam dan berlimpah, dan rempah-rempah tersebut juga mempunyai banyak manfaat positif bagi tubuh manusia.

Bahkan, sejumlah negara di dunia juga mengklaim bahwa negara Indonesia adalah Ibu Rempah-Rempah dunia, dan rempah-rempah yang dihasilkan oleh negara Indonesia adalah rempah–rempah yang berkualitas unggul dan bernilai tinggi.

Oleh karena itu, saat ini kita patut bersyukur dan bangga terhadap sumber daya alam yang kita miliki, dan kita harus turut berpartisipasi untuk meningkatkan serta mempromosikan kekayaan alam kita kepada publik.

Baru-baru ini, terdapat salah satu perusahaan swasta yang telah berhasil memperkenalkan rempah-rempah khas negara Indonesia ke publik Eropa, khususnya pada acara Swiss Coffee Festival 2025.

Perusahaan swasta tersebut ialah Jumpstart NOD (Never Ordinary Device) yang bergerak dalam bidang ritel cerdas (Smart Retail) melalui mesin penjual kopi otomatis (Vending Machine).

Head of Research NOD, Galuh mengatakan, para pengunjung sangat antusias dalam mencoba berbagai varian kapsul khas Nusantara, yakni terdapat kopi, teh, matcha, cokelat, wedang jahe, wedang teh melati tolak angin, dan berbagai ramuan jamu tradisional Nusantara.

Galuh mengaku bahwa terdapat ribuan pengunjung yang mendatangi stand NOD Jumpstart, dan sebagian besar pengunjung memiliki peran sebagai roaster, pegiat kopi, inovator teknologi, penikmat kopi, dan investor kopi.

Galuh menjelaskan, pada awalnya NOD Jumpstart mendapat undangan resmi dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Bern melalui Kadin Komite Indonesia Swiss.

KBRI Bern dan Kadin Komite Indonesia Swiss menilai bahwa NOD Jumpstart adalah entitas yang sangat hebat dan mereka mempunyai banyak sekali inovasi dan kreativitas yang mewakili keanekaragaman minuman khas Tanah Air Indonesia.

 

Momentum Yang Tepat

Sebagai informasi bahwa Jumpstart Indonesia merupakan suatu entitas retail yang berbasis teknologi yang canggih, dan sejak tahun 2019 entitas ini telah membuat ratusan unit mesin kopi canggih terbesar di Indonesia, dan rata-rata distribusinya ada di Pulau Jawa dan Bali.

Bukan hanya membuat mesin kopi saja, melainkan Jumpstart Indonesia juga telah berhasil menciptakan mesin kapsul pintar untuk kebutuhan pembuatan makanan siap saji, merchandise, pembuat ice cream, dan cotton candy vending machine.

Head of Research NOD, Galuh mengatakan, acara Swiss Coffee Festival 2025 menjadi momentum yang sangat tepat bagi NOD Jumpstart Indonesia untuk mengepakap sayapnya dan memperkenalkan berbagai minuman khas Nusantara kepada masyarakat Eropa.

Galuh juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak pemerintahan yang turut memanggil dan mengundang NOD Jumpstart Indonesia ke acara festival kopi internasional yang sangat bergengsi tersebut.

Galuh mengaku bahwa pihaknya akan melakukan studi preferensi rasa di Eropa, dan pihaknya juga akan mempersiapkan segala bentuk dokumen regulasi agar minuman khas Nusantara dapat beredar di pasar Eropa.

CMO JumpStart Indonesia, Raynald Rabindra Soeharto mengatakan, NOD merupakpan cara baru untuk membawa identitas Indonesia ke dunia. Kehadiran NOD di Swiss Coffee Festival juga merupakan langkah awal dari sebuah keberhasilan.

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya mengatakan, kehadiran NOD di Swiss Coffe Festival memang mengukir sejarah baru, dan hal ini dapat berdampak positif signifikan terhadap posisi kopi dan rempah Indonesia sebagai minuman unggulan di Eropa.

Ngurah Swajaya mengaku bahwa kopi dan rempah di negara Indonesia mempunyai potensi yang tinggi untuk go internasional, bahkan minuman Nusantara juga dipercaya mempunyai banyak khasiat dalam tubuh manusia.

Related posts