Presiden Joko Widodo Akui Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor Adalah Bekas Belanda

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini terdapat beberapa daerah di Indonesia yang masih mempunyai bangunan bekas kolonial Belanda.

Sebagai informasi bahwa saat ini terdapat beberapa daerah yang masih memanfaatkan bangunan bekas kolonial Belanda, salah satunya ialah dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

Salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih kokoh berdiri dan dijadikan destinasi wisata sampai saat ini ialah bangunan Lawang Sewu dan Kota Lama yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Diketahui, bangunan bekas kolonial Belanda bukan hanya dimanfaatkan untuk destinasi wisata saja, melainkan saat ini terdapat beberapa bangunan atau gedung yang digunakan untuk sektor pemerintahan Indonesia, contohnya ialah seperti Istana Merdeka dan Istana Negara di Jakarta serta Istana Bogor.

Presiden Joko Widodo mengatakan, Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor merupakan tempat yang dulunya dihuni oleh Gubernur Jenderal Belanda.

Presiden Joko Widodo mengaku bahwa dirinya kerap terbayang-bayang dan mencium bau-bau kolonial Belanda saat berada di Istana Jakarta maupun Bogor.

Menurut Presiden Joko Widodo, bangunan Istana Kepresidenan bekas kolonial Belanda di Jakarta dan Bogor sudah ditempati oleh beberapa Presiden RI selama 79 tahun.

Karena Presiden Joko Widodo merasa terbayang-bayang oleh bangunan Istana Kepresidenan bekas kolonial Belanda tersebut, akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mulai memberanikan diri dalam membangun Ibu Kota Baru yakni Ibu Kota Nusantara yang terletak di Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Selasa, 13 Agustus 2024.

 

Indonesia Mampu Membangun Ibu Kota

RRI.co.id - Jokowi Akan Tinjau Pembangunan Kantor Presiden di IKN

Presiden Joko Widodo mengatakan, kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dan bersyukur, karena kita mampu membangun Ibu Kota Baru mulai dari awal atau mulai dari 0.

Menurut Presiden Joko Widodo, tidak semua negara mampu membangun Ibu Kota Baru seperti negara Indonesia, pasalnya membangun Ibu Kota bukanlah sesuatu yang mudah.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, proses pembangunan Ibu Kota membutuhkan waktu yang cukup panjang dan dana yang tidak sedikit.

Namun, pada kenyataannya negara Indonesia mampu merealisasikan pembangunan Ibu Kota Baru yakni Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kalimantan Timur, dan saat ini progres pembangunan IKN sudah mencapai 20 persen.

Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa pembangunan IKN diperkirakan akan selesai pada 10-15 tahun kedepan.

 

Komitmen Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Kisah Prabowo: 2 Kali Jadi Rival, Bakal Jadi Pembantu Presiden Jokowi

Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengatakan, dirinya berkomitmen akan melanjutkan perjuangan Presiden Joko Widodo dalam membangun Ibu Kota Nusantara (IKN).

Prabowo Subianto menjelaskan, dirinya ingin mempercepat progres pembangunan Ibu Kota Nusantara, khususnya di sektor pemerintahan.

Prabowo Subianto mengaku, setelah resmi dilantik menjadi Presiden nanti, maka dirinya siap dan bersedia bertugas di IKN.

Menurut Prabowo Subianto, IKN dibangun dengan mengusung konsep forest city, dan menerapkan kota yang sehat, hijau, dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.

Disisi lain, Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa IKN harus mempunyai teknologi canggih yang dapat memantau adanya potensi bencana alam.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada sedikit pun peluang yang mengancam Ibu Kota Nusantara.

Related posts