Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, penyakit kanker adalah penyakit yang ditakuti oleh banyak orang, pasalnya presentase seorang dapat sembuh dari kanker sangat kecil atau rendah.
Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia atau WHO menjelaskan bahwa kanker adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, dan terdapat 9,6 juta jiwa kematian setiap tahunnya akibat penyakit kanker, WHO juga memperkirakan bahwa 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk negara Indonesia.
Selanjutnya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa terdapat sekitar 400.00 kasus baru kanker setiap tahunnya, dan yang meninggal dunia sekitar 240.000 jiwa.
Sebagai informasi bahwa kanker adalah penyakit mematikan yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh, dan pertumbuhan sel abnormal tersebut tidak dapat dikendalikan serta dapat menyebar ke bagian tubuh lain.
Sel kanker dapat merusak fungsi jaringan tubuh normal dan mengganggu organ-organ penting, seperti saraf, pembuluh darah, dan lainnya.
Kanker dapat tumbuh di organ tubuh setiap orang tanpa mengenal usia, gender, dan bentuk tubuh atau fisik.
Beberapa pihak meyakini bahwa sel kanker dapat muncul dan tumbuh karena disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, dan faktor genetik atau keturunan.
Karena banyaknya kasus penyakit kanker di Indonesia, akhirnya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ingin menggelar suatu gerakan pemberantasan kanker guna menekan angka kematian seminimal mungkin.
Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini ada tiga cara untuk membasmi penyakit kanker di Indonesia, tiga cara tersebut meliputi kampanye kesehatan publik, mengubah pola hidup sehat, dan skrining kesehatan sejak dini untuk menekan angka kematian akibat kanker.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam acara Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 di Bali.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, saat ini pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menggelar edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat, contohnya seperti berolahraga secara rutin, makan yang bergizi dan tinggi serat, tidak merokok, serta istirahat yang cukup yakni minimal 8 jam.
Bukan hanya mengubah pola hidup sehat saja, tetapi saat ini pihak Kemenkes telah mendorong masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat dengan menggunakan layanan jaminan sosial atau BPJS.
Budi Gunadi Sadikin mengaku bahwa jika kanker telah terdeteksi sejak awal, dan pasien di diagnosa stadium awal, maka presentasi kesembuhan akan sangat tinggi.
Menambah Peralatan Pendeteksi Kanker

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini pihaknya telah menganggarkan penambahan peralatan atau fasilitas pendukung untuk pendeteksi dan penanganan kanker di Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pihaknya telah menganggarkan alat diagnostik seperti 276 mammografi, 236 CT scan, 34 SPECT-CT, dan 8 PET-CT.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, penambahan peralatan dan fasilitas pendukung kanker tersebut akan direalisasikan sejak tahun 2024 sampai tahun 2027.
Budi Gunadi Sadikin berkomitmen bahwa pemerintah akan menambah kapasitas dan kapabilitas rumah sakit di 514 Kabupaten/Kota dan 38 Provinsi di Indonesia.
Disisi lain, Budi Gunadi Sadikin juga mengaku bahwa nantinya setiap rumah sakit di Indonesia akan menyediakan fasilitas untuk pendeteksi dan penanganan kanker.
