Kepala Bappenas Umumkan Program Baru Sapi Merah Putih

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah Indonesia terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan roda perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.

Diketahui, untuk dapat menjadi negara maju, maka terdapat beberapa syarat yang harus dilalui, seperti pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, peningkatan inovasi dan teknologi, perbaikan tata kelola pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.

Untuk dapat mencapai syarat-syarat tersebut, maka pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto telah menerapkan sejumlah langkah yang strategi dan menggelar sejumlah program unggulan.

Program unggulan yang telah diterapkan yakni meliputi makan bergizi gratis, program tiga juta rumah, koperasi desa merah putih, sekolah rakyat, sekolah unggul garuda, rehabilitasi sekolah, cek kesehatan gratis, penuntasan tuberkulosis,  pembangunan bendungan serta irigasi, pembangunan rumah sakit berkualitas, dan swasembada pangan.

Program unggulan dilakukan bukan semata-mata untuk menjadi negara maju atau meningkatkan perekonomian nasional saja, melainkan juga dapat berdampak positif signifikan terhadap taraf kehidupan seluruh masyarakat Indonesia, dan dapat mencapai kesejahteraan rakyat.

Baru-baru ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar program Sapi Merah Putih, dimana program ini merupakan gebrakan baru untuk mendorong inovasi dalam mencapai ketahanan pangan nasional atau swasembada pangan Indonesia.

Menurut beberapa pakar ahli ekonomi, maka menjelaskan bahwa negara yang hebat bukanlah mereka yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Tetapi negara yang hebat adalah mereka yang dapat mencapai ketahanan pangan nasional serta mempunyai stok kapasitas dan kualitas pangan yang mumpuni.

Maka dari itu, program Sapi Merah Putih dinilai mampu menjadi alternatif utama dalam meningkatkan kualitas genetik ternak sapi perah lokal di iklim tropis Indonesia.

Saat ini sapi yang mempunyai kualitas unggul hanya berasal dari beberapa negara saja, tetapi saat ini negara kita tercinta yakni Indonesia akan membuktikan bahwa Indonesia dapat menciptakan genetik sapi sendiri yang sangat berkualitas dan mempunyai daya saing dengan sapi dari luar negeri.

Sekretaris Kementerian PPN/ Sekretaris Utama Bappenas Teni Wuriyanti mengatakan, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan PT Moosa Genetika Farmindo dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menyukseskan program Sapi Merah Putih Indonesia.

Teni Wuriyanti menjelaskan, program Sapi Merah Putih bukan hanya berdampak positif terhadap ketahanan pangan saja, melainkan juga akan membawa dampak positif terhadap anak-anak generasi muda di Indonesia, karena mereka anak-anak sangat membutuhkan makanan yang bergizi tinggi, salah satunya yakni protein dari susu dan daging sapi yang berkualtias.

Teni Wuriyanti mengaku bahwa program sapi merah putih adalah program yang sangat strategis untuk memperbaiki kualitas genetik sapi lokal Indonesia melalui sistem bioteknologi molekuler.

 

Program Sapi Merah Putih Tidak Menggunakan APBN

7 Jenis Sapi Kurban di Indonesia, dari Limosin hingga Ongole

Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan, pihaknya berkomitmen bahwa program sapi merah putih tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rachmat Pambudy menjelaskan, aliran dana yang digunakan untuk keperluan pengembangan program sapi merah putih akan diambil dari sistem kerja sama atau gotong royong dari berbagai pihak yang ada.

Sejumlah pihak yang turut bekerja sama dalam program sapi merah putih yakni seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), PT Moosa Genetika Farmindo, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Rachmat Pambudy mengaku bahwa APBN hanya akan digunakan untuk pengungkit saja, dan sumber dana untuk program sapi merah putih akan didapatkan dari masyarakat, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Korporasi Besar, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Disisi lain, Rachmat Pambudy juga mengaku bahwa saat ini program sapi merah putih telah mempunyai asuransi dari pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Oleh karena itu, pihaknya akan berkomitmen untuk menjaga kepercayaan bank BRI, dan berupaya semaksimal mungkin dalam menyukseskan program sapi merah putih.

Sebelum resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto pernah mempunyai cita-cita untuk revolusi putih Indonesia, yakni dimana seluruh generasi muda harus mempunyai gizi yang baik berbasis susu sapi.

Tetapi, cita-cita tersebut belum dapat dicapai sampai saat ini, karena mengingat lagi bahwa genetik sapi di Indonesia masih belum cukup mumpuni dan perlu dilakukan evolusi agar mempunyai bibit yang baik.

Dengan adanya program sapi merah putih, maka pihak Bappenas yakin bahwa cita-cita Presiden Prabowo Subianto tersebut akan terwujud, dan Indonesia dapat melahirkan embrio atau genetik sapi yang sangat unggul dan mempunyai daya saing yang baik dengan sapi luar negeri.

Related posts