Jack Ma Tak Kelihatan Selama 2 Bulan, Media China Sudah Prediksi “Kejatuhannya”

Jack Ma Tak Kelihatan Selama 2 Bulan, Media China Sudah Prediksi "Kejatuhannya"

Berita Trend Indonesia —  Kekhawatiran di mana pendiri Alibaba, Jack Ma berada makin mencuat setelah media China memprediksi “kejatuhannya” setahun sebelumnya.

Taipan teknologi itu sudah tidak muncul dua bulan, tepatnya sejak Oktober setelah dia mengritik pemerintah China.

Ma yang hidupnya berubah setelah mendirikan Alibaba, setara dengan Amazon di AS, sempat menjadi sosok favorit Beijing.

Karena itu, sebuah artikel di surat kabar milik negara menjadi trending karena memprediksi dimulainya ketidaksukaan terhadap Jack Ma.

Artikel opini di People’s Daily menjadi viral beberapa hari setelah Ma mundur sebagai Chairman Alibaba Group pada 10 September 2019.

Ulasan itu mengemuka di Weibo, begini isinya:

“Tidak akan ada sebutan era Jack Ma. Hanya era di mana Jack Ma pernah ada.”

Opini itu mengemukakan bahwa tak diragukan Alibaba adalah salah satu perusahaan terukses dunia, dengan Ma menjadi sosok yang begitu kuat pengaruhnya.

Tetapi, kata artikel itu, memberikan kredit kesuksesan sebuah perusahaan hanya karena kepiawaian pimpinannya tak realistis.

“Bahkan sebuah perusahaan atau seorang pengusaha yang sukses begitu bergantung pada tangan tak kelihatan yang begitu hebat,” demikian bunyi opini itu.

People’s Daily menyatakan, Ma dan perusahaannya begitu beruntung bisa tenar karena didukung kondisi ekonomi yang dibuat Beijing. Harian itu mengibaratkan benih bisa tumbuh menjadi sebatang pohon yang tinggi jika berada di tanah dan lingkungan yang tepat.

“Tidak ada namanya era Jack Ma. Hanya era di mana Jack Ma pernah ada. Hanya individu yang pintar mengambil celah yang bisa sukses,” kata harian tersebut.

“Orang seperti Jack Ma, Pony Ma, Elon Musk sama seperti kita. Tidak ada pengecualian dalam hal ini,” lanjutnya.

“Nada” dalam opini di People’s Daily menjadi rujukan baik netizen maupun media lokal untuk mengetahui sikap pemerintah soal Ma.

Mantan guru Bahasa Inggris itu sudah menjadi perbincangan setelah tiba-tiba dia digantikan posisinya sebagai juri di reality show, Africa’s Business Heroes.

Menyusul penggantian itu, fotonya kemudian dihapus dari situs panel juri. Bahkan dia tak dimasukkan dalam promosi.

Dilansir The Sun Selasa (5/1/2021), Alibaba sudah menyebut ketidakhadiran Ma disebabkan dirinya sudah terbentur kesibukan lain.

Meski begitu, menghilangnya Ma terjadi beberapa pekan setelah si taipan melontarkan kritikan terhadap regulator dan sistem perbankan China.

Related posts