Ganjar Pranowo Ceritakan Tentang Jeglongan Seribu Yang Disambangi Presiden Joko Widodo Hari Ini

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini masih terdapat jalan yang berlubang dan jalan yang rusak di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebagai informasi bahwa jalan yang berlubang dan jalan yang rusak tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti cuaca ekstrim, dilewati oleh kendaraan berat secara terus-menerus, kualitas jalan yang kurang memadai, jarangnya perawatan, geologi lokal, dan usia jalan.

Beberapa pekan yang lalu warganet dihebohkan dengan kabar bahwa terdapat jalan yang dianggap sebagai jalan yang mempunyai lubang yang banyak, dan jalan tersebut dijuduki “Jeglongan Seribu”.

Diketahui, julukan “Jeglongan Seribu” diambil dari bahasa Jawa yang artinya “Lubang Seribu”.

Jeglongan seribu tersebut berada di ruas jalan Surakarta-Gemolong (Sragen)-Purwodadi di Desa Ngandul, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Karena viralnya kabar jeglongan seribu di sosial media, akhirnya Presiden Joko Widodo turun tangan langsung untuk melakukan perbaikan dan penanganan jeglongan seribu.

Presiden Joko Widodo resmi melakukan kunjungan kerja di ruas Jalan Surakarta-Gemolong (Sragen)-Purwodadi di Desa Ngandul, Kabupaten Sragen yang sedang dikerjakan, pada Selasa, 23 Januari 2024.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Presiden Joko Widodo turut didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan dana sebesar Rp 14,6 triliun pada tahun 2023, dan dana tersebut telah dialokasikan untuk perbaikan jalan di seluruh Tanah Air Indonesia.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, Rp 1,3 triliun diambil untuk memperbaiki 40 ruas jalan di Provinsi Jawa Tengah, dan untuk Kabupaten Sragen disiapkan sendiri sebesar Rp 204 miliar untuk membangun tiga ruas jalan.

Disisi lain, Presiden Joko Widodo juga mengaku bahwa ruas jalan Surakarta-Purwodadi merupakan ruas jalan yang masuk dalam kategori kerusakan jalan paling berat.

Hal tersebut disebabkan karena ruas jalan Surakarta-Purwodadi mempunyai sifat tanah yang dinamis atau tanahnya bergerak, jadi, ruas jalan tersebut kerap rusak meskipun telah diperbaiki.

Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa anggaran untuk perbaikan ruas jalan Surakarta-Purwodadi membutuhkan dana yang besar dibandingkan ruas jalan lainnya, pasalnya, ruas jalan Surakarta-Purwodadi harus memakai rigid beton agar awet dan tidak mudah rusak.

Namun, perbaikan ruas jalan di daerah lainnya tidak perlu menggunakan rigid beton, dan cukup menggunakan aspal saja.

 

Cerita Ganjar Pranowo

Ganjar pastikan perbaikan jalan rusak selesai sebelum Lebaran - ANTARA News

Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo turut menceritakan pengalamannya tentang jeglongan seribu yang sempat viral beberapa pekan yang lalu.

Capres Ganjar Pranowo mengatakan, ruas jalan Surakarta-Purwodadi memang sudah terkenal rusak dan berlubang sejak dahulu kala, bahkan sejak dirinya masih kecil.

Capres Ganjar Pranowo mengaku bahwa dulu saat dirinya menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah dirinya sempat memperbaiki ruas jalan Surakarta-Purwodadi dengan rigid beton, namun, jalan tersebut kembali rusak saat adanya Pandemi Covid-19.

Pada saat pandemi Covid-19, capres Ganjar Pranowo tidak berani menganggarkan jalan yang rusak di ruas jalan Surakarta-Purwodadi, karena, pada saat itu anggaran pemerintah hanya difokuskan untuk penanganan Covid-19.

 

Apresiasi Warga

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Solo-Purwodadi yang Dulu Terkenal Jeglongan Seribu - Suara Merdeka

Presiden Joko Widodo mengatakan, pada tahun 2024 ini, pemerintah telah mengangarkan sebesar Rp 15 triliun untuk perbaikan dan penanganan Ruas Jalan Daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan perhitungan tentang pembagian anggaran untuk perbaikan ruas jalan di tiap-tiap daerah.

Sebagai informasi bahwa saat ini banyak masyarakat yang kagum dan mengapresiasi kinerja dari Presiden Joko Widodo dan Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, karena keduanya telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki jalanan yang rusak.

Related posts