Erick Thohir: Kita Dapat Mengurangi Impor LPG Dengan Kompor Listrik dan Gasifikasi Batu Bara

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk melakukan konversi kompor gas LPG ke kompor listrik.

Kompor listrik juga mempunyai banyak dampak positif, salah satunya yaitu untuk menghemat penggunaan minyak bumi.

Pemerintah juga telah melakukan uji coba di beberapa daerah, dengan cara membagikan kompor listrik secara gratis di masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir, mengatakan bahwa peralihan LPG perlu dilakukan secara bertahap dan perlahan untuk melepas ketergantungan masyarakat terhadap LPG.

“Nah soal kompor listrik, kita ini terus mengimpor LPG Rp 70 triliun setiap tahun. LPG bukan berarti harus kita hapuskan, tidak mungkin, tapi harus kita seimbangkan (penggunaannya),” ujar Erick Thohir.

Erick Thohir juga mengatakan bahwa generasi milenial saat ini sangat inginnya instan dan tidak mau ribet, salah satu contohnya yaitu jika menggunakan kompor LPG maka perlu mengganti dan mencolokan selang ke gas LPG.

Oleh karena itu, peralihan kompor LPG ke kompor listrik sangat cocok untuk generasi milenial saat ini.

“Artinya apa? Kalau ada yang berkeinginan mengganti kompor listrik, misalnya anak-anak muda Indonesia, anak-anak muda Indonesia tidak mau ribet, dimana kompornya, LPG-nya dicolok, dituker, dibeli, generasi muda biasanya tidak mau ribet, dengan adanya kompor listrik mereka langaung bisa proses,” ujar Erick Thohir.

 

Gasifikasi Batu bara

Batu Bara Masih Jadi Sumber Energi Paling Murah

Erick Thohir mengatakan bahwa saat ini kita mempunyai tekonologi Dimetil Eter (DME).

Diketahui, teknologi tersebut merupakan gasifikasi batu bara yang nantinya diolah dan dapat dijadikan sebagai gas.

“Ada LPG, ada yang namanya batu bara yang digasifikasi, yang diproses menjadi gas namanya gas Dimetil Eter (DME). Nah gas DME ini tidak perlu impor, karena kita negara salah satu produksi batu bara terbesar di dunia,” ujar Erick Thohir.

“Nah artinya apa? ini kita bisa memberikan solusi, para pedagang asongan ya, bisa pindah ke DME. Tapi masih ditanya ‘kapan pak Erick?’ Masih 2028, masih proses. Jadi enggak usah diribut-ributin sesuatu yang tidak perlu diributkan. Bangsa ini kita seneng sekali ada isu dikit-dikit ribut, belum tahu jawabannya,” sambungnya.

LPG Tak Dapat Dihapuskan

Pertamina Tunggu Arahan Regulator soal Pengurangan Peredaran LPG 3 Kg

Erick Thohir mengatakan, meskipun nantinya kita telah menggunakan kompor listrik.

Tetapi, yang namanya gas LPG tidak dapat dihilangkan atau dihapuskan.

“Bicara LPG tidak mungkin LPG langsung dihapuskan. Karena kenapa? masyarakat kita yang dibawah pedagang asongan, harus ada alternatif gas makanya ada batubara dikonversi di gasifikasi untuk DME,” ujar Erick Thohir.

“Nah, infrastruktur yang ada di elpiji sekarang agen Elpiji sekarang kan nggak boleh langsung dimatikan, itu bagian dari ekonomi Indonesia, juga karena itu mengganti menjadi DME populasinya berapa persen nanti tergantung dari pada pembangunan DME,” sambungnya.

 

Ramah Lingkungan

Perkara LPG 3 KG Diganti Kompor Induksi, DPR: Alat Masaknya Cocok?

Erick Thohir mengatakan, kompor listrik dibuat untuk tujuan Eco lifestyle.

“Di tengah kompor listrik bisa masuk yang seperti Pak Darmo dan saya sedang dorong hari ini di apartemen rumah rumah yang dibangun BUMN itu kita mendorong kompor listrik. Nah, apakah masyarakat lebih luas menggunakan kompor listrik, bisa aja, itu bagian dari Eco lifestyle,” ujar Erick Thohir.

“Sekarang ada tren generasi muda ini hidup sendiri di apartemen atau cuma dengan pasangan jadi nggak ada pembantu lagi. Jadi, pegawai rumah tangga itu mereka dikurangi dengan gaya hidup ini tadi,” tutupnya.

Related posts