Dunia Digegerkan dengan Munculnya Varian Omicron, Berikut Penjelasan dan Gejalanya

Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan munculnya varian terbaru dari virus Covid-19 yaitu varian Omicron.

Luhut Binsar Panjaitan, selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan, masyarakat Indonesia tak perlu khawatir serta panik yang berlebih.

Menurut Luhut, varian Omicron dapat diatasi dengan cara memperketat protokol kesehatan dan vaksinasi.

“Masyarakat tidak panik karena varian Omicron. Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini,” ujar Luhut.

Luhut mengatakan bahwa masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama saat berada diluar rumah.

Luhut juga menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat harus berkaca dari lonjakan yang terjadi pada bulan Juli lalu.

Diketahui varian Omicron sangat cepat dan luas penyebarannya, saat ini varian Omicron sudah ada di beberapa negara.

Negara yang sudah terjangkit varian Omicron yaitu mulai dari Australia, Hongkong, Inggris, Jerman, Belgia, Israel, Afrika Selatan, dan Botswana.

Seperti yang kita tahu, saat ini Indonesia menjadi negara yang mempunyai penurunan kasus Covid-19 yang sangat drastis.

Hal ini dapat terjadi karena upaya dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat yang selalu menaati protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Luhut mengatakan, meskipun Indonesia sudah mengalami penurunan dan sudah dibilang sangat stabil, namun kita tidak boleh menyepelekan.

Luhut juga mengatakan bahwa sebentar lagi kita akan memasuki libur Nataru, Luhut meminta kepada semua masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan kerumunan.

Pemerintah sudah menyiapkan peraturan-peraturan yang akan diterapkan di saat libur Nataru, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan gelombang ketiga.

“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,” ujar Luhut.

“Saat ini ingkat vaksinasi kita juga sudah di atas 60 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di saat program vaksinasi belum berjalan,” tutupnya.

 

Gejala Varian Omicron

Dicky Budiman, selaku Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia menjelaskan bagaimana gejala varian Omicron.

Dicky mengatakan, bagi pasien yang sudah di vaksinasi Covid-19 maka hanya mengalami gejala yang ringan di varian Omicron.

Gejala tersebut seperti sakit tenggorokan, batuk, nyeri otot, dan demam.

Namun untuk pasien yang belum melakukan vaksinasi maka varian Omicron akan mempunyai gejala yang parah.

“Tapi untuk yang belum divaksinasi, terutama pada lansia, itu (gejalanya) parah,” ujar Dicky.

Dicky mengatakan, varian Omicron sangat cepat menular daripada varian Delta.

Varian Omicron sangat menjadi tugas yang berat bagi tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, semua negara harus mewaspadai dan mengantisipasi terlebih dahulu sebelum mengalami lonjakan atau penyebaran yang sangat luas.

Dicky juga mengatakan bahwa varian Omicron sangat sulit dideteksi dengan PCR.

“Kemudian juga, hal lain tampaknya dari sisi pemeriksaan PCR. Pemeriksaan PCR yang hanya mendeteksi protein S ini akan tidak bisa mendeteksi (Omicron), bisa luput. Sehingga harus memastikan bahwa PCR mesin yang digunakan adalah mendeteksi dua jenis protein,” ujar Dicky.

Related posts