Berikut Bocoran Tentang Subsidi Presiden Joko Widodo Yang Akan Dilanjutkan Oleh Prabowo-Gibran

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) telah mengumumkan bahwa pasangan nomor urut 02 Prabowo-Gibran resmi mendapatkan suara terbanyak dan resmi menjadi pemenang dalam Pilpres 2024.

Pengumuman hasil suara dan pemenang Pilpres 2024 tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dalam rapat pleno di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Maret 2024.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan, Menetapkan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden secara nasional berdasarkan berita acara nomor 218/PL.01.08-BA/05/2024 dalam pemilihan Umum Tahun 2024.

Hasyim Asy’ari menjelaskan, pasangan nomor urut 02 Prabowo-Gibran resmi mendapatkan perolehan 96.214.691 suara.

Dalam pengumuman penetapan pemenang Pilpres 2024 tersebut, Hasyim Asy’ari juga mengumumkan perolehan suara yang didapatkan oleh kedua pasangan calon lainnya.

Hasyim Asy’ari mengatakan, pasangan nomor urut 01 Anies-Imin mendapatkan perolehan 40.971.906 suara.

Hasyim Asy’ari juga mengatakan bahwa pasangan nomor urut 03 Ganjar-Mahfud mendapatkan perolehan 27.040.878 suara.

Setelah hasil perhitungan suara dan pemenang Pilpres 2024 tersebut diumumkan, banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah program subsidi Presiden Joko Widodo akan dilanjutkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024 Prabowo-Gibran.

Pada hari ini, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah resmi menggelar Rapat Panja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 dengan Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim bahwa pihaknya tengah merumuskan sejumlah kebijakan belanja subsidi dalam Rancangan APBN 2025 mendatang, dan beberapa program subsidi saat ini akan masih tetap dilanjutkan di masa perdana jabatan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, perumusan program subsidi APBN 2025 difokuskan untuk menstabilkan harga dan daya beli masyarakat, dan untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Isa Rachmatarwata menjelaskan, terdapat beberapa program subsidi yang akan dilanjutkan oleh Prabowo-Gibran, program tersebut meliputi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), subsidi listrik, subsidi pupuk, dan subsidi kredit UMKM.

Isa Rachmatarwata juga menjelaskan bahwa program subsidi akan tetap dilanjutkan dengan beberapa peraturan lanjutan, peraturan tersebut bertujuan untuk memperbaiki target ketepatan penerimaan subsidi.

Terdapat beberapa langkah untuk memperbaiki ketepatan penerimaan subsidi, salah satunya ialah dengan cara membatasi penerimaan subsidi, dan masyarakat yang menerima subsidi harus di data dengan sistem.

 

Ramah Lingkungan

Kilang Pertamina Internasional Bukukan Kinerja di Tahun 2022, Tertinggi Sepanjang Sejarah Berdiri

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, negara Indonesia harus mulai berani melakukan perubahan yang signifikan, yakni melakukan perubahan transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Isa Rachmatarwata menjelaskan, jika kita mengambil dan menggunakan minyak bumi secara terus-menerus, maka sumber minyak bumi yang ada di alam akan terkikis dan berkurang secara bertahap, dan pada waktu tertentu minyak bumi akan habis.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, kita harus mulai berani beralih atau transisi ke sumber energi terbarukan, dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai contohnya yaitu kita harus mulai menggunakan transportasi yang berbahan bakar listrik, seperti motor listrik, mobil listrik, dan masih banyak lagi.

 

Subsidi Untuk Kesejahteraan Rakyat

Jajanan jalanan di Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, program subsidi 2025 akan difokuskan untuk kesejahteraan rakyat.

Isa Rachmatarwata menjelaskan, subsidi yang paling besar akan dianggarkan pada pupuk, pasalnya pupuk merupakan komponen terpenting dan utama dalam pertanian.

Isa Rachmatarwata menegaskan bahwa penyaluran subsidi tahun 2025 akan dibuat sekompleks dan seefisien mungkin, karena untuk memperketat subsidi agar tepat sasaran.

Selanjutnya, subsidi terbesar kedua disusul dengan transportasi publik, subsidi bunga kredit program untuk UMKM, dan subsidi pajak untuk industri baru.

Related posts