Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat, dan setiap tahun pasti ada saja gebrakan dan pembaruan dari dunia teknologi.
Sebagai informasi bahwa teknologi sudah menjadi sahabat kita dalam kehidupan sehari-hari, pasalnya setiap kegiatan yang akan kita lakukan pasti membutuhkan teknologi, contohnya yakni seperti diskusi dengan teman di sosial media, mencari informasi di internet, melakukan transaksi dengan teknologi m-banking atau semacamnya, dan masih banyak lagi.
Diketahui, dunia teknologi memang membawa banyak manfaat dan dampak positif bagi kehidupan manusia, tetapi disisi lain, terdapat beberapa oknum yang juga memanfaatkan teknologi untuk berbuat kejahatan atau meretas data seseorang demi mendapatkan keuntungan.
Kejahatan dalam dunia teknologi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara dan banyak sekali istilah atau penyebutannya, contohnya yakni seperti peretasan atau hacking, phising, penipuan identitas, penyebaran malware atau virus, kejahatan keuangan digital, pelanggaran privasi, cyberbullying, eksploitasi seksual, penipuan e-commerce.
Beberapa waktu yang lalu, data-data privasi negara Indonesia sempat bocor karena diretas oleh beberapa oknum hacker yang tidak bertanggungjawab, dan data tersebut disalahgunakan untuk kejahatan keuangan atau sebagainya.
Karena adanya kebocoran data tersebut, akhirnya pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah melakukan beberapa langkah dan menggandeng para pakar teknologi untuk memperketat data dan keamanan negara dalam bidang teknologi.
Tepat pada hari ini, yakni Selasa, 22 April 2025, pihak BSSN telah menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggara Sistem Elektronik Infrastruktur Informasi Vital di Gedung Perpustakaan Nasional, rapat tersebut dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan negara dalam bidang keamanan sandi negara.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, keamanan data dan sandi negara adalah pilar yang sangat penting untuk menjaga komoditas energi, keuangan, dan transportasi negara Indonesia.
Menurut Nugroho Sulistyo Budi, semua komoditas energi-keuangan-transportasi telah terhubung dan tersinkronisasi langsung dengan brankas digital keamanan negara.
Oleh karena itu, menjaga keamanan dan gangguan sistem adalah hal yang sangat penting diterapkan dan tidak boleh dianggap sepele.
Hal tersebut telah selaras dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2022 tentang pengamanan data Negara oleh BSSN.
Nugroho Sulistyo Budi menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan untuk turut andil dan bersinergi dalam mempercepat pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) pada instansi masing-masing sebagaimana amanat Presiden Prabowo Subianto. BSSN akan terus melakukan asistensi dalam upaya percepatan tersebut.
Melakukan Pembaruan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955303/original/075130000_1646699306-1367d00e-96e2-41ce-a015-57b7e2ceba5a.jpg)
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, saat ini pihaknya terus berkomitmen dan berupaya untuk melakukan pembaruan terkait keamanan data negara Indonesia, dan menciptakan beberapa prinsip tunggal terkait industri teknologi nasional.
Nugroho Sulistyo Budi menjelaskan, saat ini terdapat beberapa program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto untuk BSSN, program prioritas yang dimaksud ialah operasionalisasi Government Technology (GovTech), program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan program lainnya akan sangat bergantung dengan transformasi digital yang aman.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat 150 peserta tenaga ahli teknologi dari BSSN yang akan mengamankan data negara yang terbagi menjadi sejumlah sektor, yakni sektor keuangan, energi, pangan, TIK, transportasi, kesehatan, pertahanan, dan adminitrasi pemerintahan.
Nugroho Sulistyo Budi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk saling bersama-sama membantu pemerintah dalam meningkatkan keamanan data dan teknologi negara Indonesia.
Menurut Nugroho Sulistyo Budi, saat ini terdapat ribuan masyarakat Indonesia yang mempunyai kecerdasan tingkat tinggi dalam dunia teknologi, dan mereka merupakan kunci dari keamanan data digital Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah membuka peluang besar bagi setiap warga negara Indonesia yang dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan keamanan negara Indonesia.
