Amankah Sertifikat Vaksin Kita Bila di Cetak ?

Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini masyarakat Indonesia digegerkan dengan jasa cetak sertifikat vaksinasi Covid-19.

Banyak dijumpai di media sosial seperti (IG/Twitter/Facebook) yang menawarkan jasa pencetakan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Jasa pencetakan sertifikat vaksin ini mulai marak setelah diberlakukannya persyaratan menunjukan sertifikat vaksinasi Covid-19 untuk perjalanan jarak jauh, memasuki mall, dan memasuki tempat umum lainnya.

Seperti yang kita ketahui, seseorang yang telah di vaksin Covid-19 dosis 1 dan dosis 2 akan mempunyai sertifikat vaksinasi Covid-19 digital yang dapat dilihat dengan smartphone melalui aplikasi Peduli Lindungi, www.pedulilindungi.id.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah aman bila sertifikat vaksinasi Covid-19 dicetak ?

Bagaimana menjaga keamanan data kita di sertifikat vaksinasi Covid-19 ?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari kementrian Kesehatan (kemenkes), dr.Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, sertifikat vaksinasi Covid-19 yang sudah dicetak menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik sertifikat.

“Ini tanggung jawab pribadi masing-masing ya dan pilihan masing-masing,” kata Nadia.

Beliau menyampaikan bahwa, Kemenkes tidak akan memberikan saran spesifik apakah sertifikat vaksinasi Covid-19 dicetak atau tidak, jadi semuanya tergantung dari masing-masing penerima sertifikat.

“Kalau masyarakat bisa menjaga tidak hilang, silakan saja, itu lebih memudahkan,” ujar Nadia.

Tetapi, perlu diketahui bahwa data yang berada di sertifikat vaksin itu merupakan data pribadi yang harus dijaga.

Data apa saja yang tercantum dalam sertifikat vaksin ?

3 Cara Cetak Sertifikat Vaksin Covid di Pedulilindungi

Perlu diketahui data pribadi yang tercantum dalam sertifikat vaksin yaitu :

  1. Nama lengkap penerima vaksin
  2. Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  3. Tanggal lahir
  4. Kode batang (Barcode)
  5. ID
  6. Tanggal vaksin yang diberikan
  7. Informasi dosis vaksin yang diberikan
  8. Merek vaksin apa yang diterima
  9. Nomor batch vaksin
  10. Pernyataan kesesuaian dengan peraturan Menteri Kesehatan Indonesia.

Dengan ini maka, masyarakat Indonesia perlu menjaga sertifikat vaksin yang ada data pribadi masing-masing penerima vaksin.

Oleh karena itu, agar tidak tersebarnya data pribadi kita maka kita tidak boleh sembarangan menggunggah sertifikat vaksin kita di sosial media.

Kita hanya boleh menunjukan sertifikat vaksin kepada petugas saat kita melakukan perjalanan atau memasuki tempat umum yang syaratnya menunjukan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Tujuh poin yang harus diketahui untuk penerima sertifikat vaksin

  • Sertifikat vaksinasi Covid-19 dapat diunduh menggunakan aplikasi pedulilindungi.
  • Jika sertifikat tidak dicetak maka masyarakat perlu menyimpan sertifikat tersebut kedalam galeri penyimpanan smartphone masing-masing.
  • Kementrian Kesehatan tidak mengatur dan tidak menyarankan untuk dicetak atau tidak.
  • Pada sertifikat vaksin terdapat data penting seperti, NIK dan QR code, dan data pribadi lainnya.
  • Pemegang sertifikat vaksinasi bertanggung jawab atas data pribadinya, Pemerintah tidak bertanggung jawab atas kehilangan apapun.
  • Masyarakat yang ingin mencetak sertifikat vaksin, sebaiknya mencetak kepada penyedia jasa yang dikenal atau teman sendiri.
  • Lebih baik dan aman bila sertifikat vaksin yang dicetak disimpan didalam rumah dan bila tidak ada kepentingan tidak perlu dibawa-bawa.

Related posts