Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan suatu barang jadi yang telah berhasil diolah dari minyak bumi dan gas bumi serta campuran bahan lainnya.
Sebagai informasi bahwa bahan bakar sangat berguna terhadap kehidupan kita sehari-hari, contohnya seperti keperluan transportasi, kebutuhan rumah tangga, dan industri.
Diketahui, saat ini telah terdapat beberapa perusahaan BBM yang telah menyebar luas di negara Indonesia, dan perusahaan tersebut terbagi menjadi dua bagian yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta.
Perusahaan BBM yang dimiliki oleh negara Indonesia adalah PT. Pertamina Patra Niaga, dan perusahaan BBM swasta yang telah tersebar di Indonesia yakni meliputi Shell, BP-AKR, Vivo, dan Exxon Mobil.
Meskipun telah mempunyai banyak perusahaan BBM di Indonesia, tetapi penjualan terbesar tetap dimenangkan oleh PT. Pertamina Patra Niaga.
Alasan utama Pertamina masih menduduki peringkat atas dalam penjualan BBM di Indonesia adalah karena pemerintah memberikan subsidi jenis BBM tertentu Pertamina terhadap masyarakat kurang mampu.
Produk dari Pertamina sendiri ialah meliputi BBM Non-Subsidi: Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex. BBM Subsidi: Bio Solar, dan Pertalite (RON 90).
Pemerintah mengklaim bahwa BBM Subsidi hanya ditujukan oleh masyarakat dengan kemampuan ekonomi rendah, pelaku usaha mikro, nelayan, petani, dan transportasi umum yang berhak menerima bantuan energi.
Banyak masyarakat yang senang dan bersyukur karena pemerintah telah meringankan beban masyarakat golongan kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan BBM harian.
Tetapi, pada realitanya, saat ini masyarakat justru sedang gencar dan khawatir jika BBM Subsidi mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Karena, beberapa pekan yang lalu, BBM Non-Subsidi telah resmi mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, dan kenaikan tersebut diduga dipengaruhi oleh adanya ketidakpastian global seperti naiknya harga minyak dunia, konflik antar negara berpengaruh, dan lemahnya mata tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah sebentar lagi BBM Subsidi juga akan mengalami kenaikan harga seperti BBM Non-Subsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, BBM Subsidi tidak akan mengalami penyesuaian harga hingga akhir tahun 2026.
Bahlil Lahadalia menjelaskan, kebijakan harga tetap tanpa adanya penyesuaian pada BBM Subsidi telah sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil Lahadalia mengaku bahwa mau berapapun harga Indonesian Crude Price (ICP), maka tidak akan mempengaruhi harga BBM Subsidi di Indonesia.
Disisi lain, Bahlil Lahadalia juga menjelaskan, kebijakan harga tetap tersebut dapat menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, pemerintah ingin ekonomi tetap stabil, masyarakat tidak terbebani, dan ekonomi tetap berputar serta bermanfaat bagi kalangan menengah kebawah.
Sindiran Pedas Bahlil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5701171/original/017326300_1778581567-IMG_3498.jpeg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, BBM Subsidi hanya diperuntukan untuk kalangan masyarakat menengah kebawah saja, oleh karena itu, mereka yang orang kaya jangan berpura-pura miskin untuk mendapatkan BBM Subsidi.
Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk membuat program agar penyaluran BBM Subsidi dapat tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Karena, pada saat ini, fakta di lapangan membuktikan bahwa banyak sekali mobil mewah yang masih mengantri untuk membeli BBM Subsidi, harusnya mereka malu karena telah mengambil hak rakyat kecil.
Maka dari itu, beberapa pekan yang lalu, pemerintah telah melakukan reset dan pemblokiran qris terhadap sejumlah mobil yang tergolong mewah atau diluar golongan mobil Low Cost Green Car (LCGC).
