Apakah Benar LG Akan Lari Dari Investasi di Indonesia?

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemakmuran negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan mewujudkan cita-cita menjadi Indonesia Emas 2045.

Sebagai informasi bahwa saat ini pemerintah telah menggelar beberapa pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Beberapa pembangunan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, perusahaan baru, Ibu Kota Nusantara, fasilitas umum, dan fasilitas olahraga.

Banyak negara tetangga yang memberikan apresiasi dan dukungan kepada negara Indonesia, karena pada akhirnya negara Indonesia adalah negara yang hebat dan berani untuk membangun Ibu Kota Baru, yakni Ibu Kota Nusantara.

Saat ini pemerintah yakin bahwa pada beberapa tahun kedepan, negara Indonesia akan menjadi pusat investasi di dunia, dan negara Indonesia akan menjadi negara hijau dan negara maju.

Meskipun telah digadang-gadang akan menjadi negara maju dan menjadi pusat investasi dunia, tetapi pada realitanya justru berbanding terbalik, pasalnya pada tahun 2025 ini, negara Indonesia justru mengalami penurunan ekonomi atau defisit, dan pergerakan roda investasi di Indonesia juga menunjukan tren yang menurun atau rugi.

Penurunan ekonomi dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia tersebut disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah adanya konflik antar negara dan melemahnya mata uang Rupiah Indonesia.

Penurunan IHSG tersebut menyebabkan para investor Indonesia kabur dan mereka berbondong-bondong mencabut sahamnya dari Indonesia.

Baru-baru ini, perusahaan besar internasional LG telah resmi cabut dari Indonesia, dan LG tidak jadi bekerja sama dengan negara Indonesia dalam proyek baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) LG Energy Solution di Indonesia.

Pencabutan kerjasama antara LG dan Indonesia tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rumitnya proses perizinan investasi di Indonesia, roda perekonomian Indonesia belum stabil, melemahnya mata uang Indonesia, dan lainnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, sebenarnya bukan perusahaan LG yang memutus kontrak kerja sama dengan Indonesia, melainkan negara Indonesia yang memusut kontrak kerja sama dengan LG.

Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, Indonesia telah resmi memutuskan kontrak dengan perusahaan LG karena negosiasi LG sangat lama dan bertele-tele, dan negosiasi tersebut sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, yakni tepatnya pada tahun 2020.

Menurut Rosan Perkasa Roeslani, LG tidak sepenuhnya dicabut dari Indonesia, tetapi saat ini masih ada beberapa anak perusahaan LG yang masih melakukan investasi dan melakukan kegiatan operasionalnya di Indonesia.

Rosan Perkasa Roeslani mengaku bahwa negara Indonesia adalah negara yang besar dan Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.

Oleh karena itu, kita tidak boleh mengemis kepada para negara lain untuk melakukan investasi di negara Indonesia, melainkan mereka semua yang akan berlomba-lomba untuk berinvestasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di Jakarta, pada Selasa, 29 April 2025.

 

Investor Dari Korsel

Chief Exexutive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: tangkapan layar/Arief RH)

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, saat ini telah terdapat sejumlah investor besar dari negara Korea Selatan (Korsel) yang akan menanamkan modalnya ke Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa hingga kuartal pertama 2025 realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia telah mencapai USD 683,29 juta.

Korea Selatan berada diurutan ke-7 teratas dalam daftar penyaluran investasi dan kerja sama kontrak industri di Indonesia.

Pada beberapa hari yang lalu, Presiden Prabowo Subianto telah resmi diundang menjadi tamu spesial dalam Federation of Korean Industries (FKI).

Presiden Prabowo Subianto  menjelasksan, pertemuan tersebut dihadiri oleh total 19 perusahaan besar dari Korea Selatan, dan diantaranya yakni 18 perusahaan telah melakukan investasi di Indonesia.

Jika ditotal maka 18 perusahaan tersebut telah menanamkan modalnya sekitar USD 1,7 miliar di Indonesia, dan investasi tersebut disalurkan dalam beberapa sektor seperti energi, Basic Materials, Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Keuangan, Kesehatan, Industri, Infrastruktur, Material, Teknologi, dan Perdagangan. 

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen bahwa dirinya dan seluruh Lembaga Pemerintahan akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, dan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi Indonesia Emas 2045.

Related posts