Pemerintah Beri Peluang Swasta Operasikan Angkutan Kapal Perintis

Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan bahwa akan memberikan peluang kepada perusahaan swasta untuk mengoperasikan angkutan kapal perintis.

Hendri Ginting, selaku Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan mengatakan, pihaknya telah melakukan analisis angkutan kapal perintis terhadap 117 trayek yang ada.

Diketahui, analisis tersebut dilakukan sebagai upaya dan bentuk yang efisien, di tengah terbatasnya anggaran dari pemerintah karena beberapa faktor.

Hendri Ginting mengaku, pemerintah telah menegaskan bahwa anggaran yang telah diberikan harus dikelola dengan baik dan efisien.

“Bahwa saat ini ruang fiskal atau alokasi anggaran pemerintah terbatas, sehingga pemerintah didorong untuk dapat mengelola anggaran secara bijak, efisien dan efektif,” ujar Hendri Ginting.

Hendri Ginting menjelaskan bahwa ruas-ruas trayek kapal perintis dengan muatan penumpang yang tinggi akan diberikan tawaran ke perusahaan swasta.

Sedangkan, untuk ruas-ruas muatan penumpang yang rendah akan dilakukan secara efisien.

“Untuk ruas-ruas trayek kapal perintis yang load factor-nya sudah tinggi akan ditawarkan ke sektor swasta/komersial,” ujar Hendri Ginting.

Hendri Ginting berharap, dengan adanya pengalokasian dan tawaran ke pihak swasta maka dapat mendapatkan anggaran yang efisien, dan dapat membantu membangkitkan ekonomi pada daerah yang disinggahi kapal perintis tersebut.

Hendri Ginting juga mengatakan bahwa, kapal perintis merupakan alat transportasi laut yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terpencil yang ada di Indonesia.

 

Peran Swasta

Hendri Ginting mengaku, peran swasta sangat dibutuhkan dan sangat penting dalam trayek kapal perintis.

Menurut Hendri Ginting, pada bulan Agustus 2022 lalu, ada 1 kapal perintis milik swasta yang turut berkontribusi dan beroperasi dalam pelayaran ruas perintis Pagimana-Wakai-Gorontalo.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelayanan angkutan laut perintis merupakan sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama pada daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan,” ujar Hendri Ginting.

Hendri Ginting menjelaskan, pada tahun 2022 ini terdapat 117 trayek angkutan laut perintis yang telah beroperasi di 548 pelabuhan.

Diketahui, 117 trayek tersebut dibagi menjadi 2 yaitu ada 44 trayek dioperasikan oleh PT Pelni yang mempunyai tugas sesuai dengan Perpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Kapal Perintis Milik Negara.

Selanjutnya, ada 73 trayek yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran swasta yang telah diatur dalam mekanisme pelelangan umum.

 

Rede Transport

Optimalisasi Pelayanan Angkutan Laut, Kemenhub Evaluasi Penyelenggaraan Kapal Rede

Selanjutnya, terdapat kapal Rede Transport, Rede Transport merupakan satu kesatuan dengan penyelenggaraan angkutan laut perintis maupun angkutan laut PSO dimana kehadiran kapal rede diperuntukkan sebagai feeder atau penghubung menuju pelabuhan-pelabuhan atau tempat-tempat yang tidak dapat disinggahi oleh kapal utama.

Pada tahun 2022 ini, terdapat 16 trayek Rede Transport yang dioperasikan oleh PT Pelni dengan mekanisme tugas untuk mendukung kapal perintis.

“Angkutan laut perintis ini telah beroperasi selama puluhan tahun yang konsisten sebagai bentuk kehadiran Negara dalam membantu mobilitas penumpang dan barang, serta perekat atau penghubung pulau-pulau di Indonesia,” tutup Hendri Ginting.

Related posts