Jika Harga BBM Subsidi Naik, Akankah Harga BBM Nonsubsidi Juga Naik ?

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, beberapa hari lalu pemerintah sempat mengumumkan bahwa harga BBM Subsidi jenis Pertalite akan mengalami kenaikkan harga.

Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa kenaikkan harga BBM Subsidi akan dilakukan pada pekan ini.

Banyak faktor yang mempengaruhi kenaikkan harga BBM Subsidi tersebut, salah satunya yaitu semakin tingginya harga minyak dunia.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah BBM Nonsubsidi akan mengalami kenaikkan harga juga.

Mamit Setiawan, selaku Direktur Eksekutif Energy Watch mengatakan, kenaikkan harga BBM Subsidi harus dilakukan untuk meringankan beban pemerintah yang semakin berat.

Diketahui, pemerintah telah memberikan anggaran sebesar Rp 502 triliun untuk subsidi energi.

Dana anggaran tersebut kemungkinan akan jebol, karena adanya kenaikkan harga minyak dunia yang semakin tinggi, dan adanya krisis ekonomi di sejumlah negara.

Mamit Setiawan mengatakan, harga BBM Nonsubsidi jangan dinaikkan terlebih dahulu, pasalnya pemerintah harus memberikan masyarakat nafas dahulu.

Mengingat lagi bahwa ada sejumlah bahan pokok yang harganya juga ikut naik, contohnya yaitu cabai, dan bawang.

“Pertamax jangan ikutan naik dulu, bisa repot ini pemerintah. Biarkan masyarakat untuk bernapas dulu. Kalau semua dinaikin bisa makin tinggi inflasi,” ujar Mamit Setiawan.

Mamit Setiawan menyarankan kepada pemerintah agar kenaikkan harga BBM Subsidi jenis Pertalite tidak lebih dari Rp 10 ribu rupiah per liternya.

“Kalau saya mas maksimal Rp 10 ribu (per liter) ya, jangan di atas itu, akan sangat memberatkan bagi masyarakat,” ujar Mamit Setiawan.

“Misal di atas Rp 10 ribu ya sekalian aja dihapuskan Pertalite, langsung ke Pertamax. Toh sekarang Pertamax harganya masih di bawah keekonomian,” sambungnya.

 

Tidak Bisa Ditambahkan

Sri Mulyani Jadi Trending Twitter Gegara Sebut Pensiunan PNS Jadi Beban Negara, Netizen: Hapus... - Seputar Tangsel

Sri Mulyani, selaku Menteri Keuangan, memberikan penjelasan terkait jumlah yang sudah dikeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa dana anggaran untuk BBM Subsidi sudah tidak bisa ditambahkan lagi.

“Rp 502 triliun itu sudah keluar, itu yang dijaga. Kalau harganya jauh seperti ini nanti konsumsinya melewati,” ujar Sri Mulyani.

Diketahui, sampai saat ini tidak ada negara yang berani memberikan subsidi BBM sebesar Rp 502 triliun seperti negara Indonesia.

Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus mematuhi peraturan dan kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah.

 

Dipertimbangkan

3 Penyebab Pemerintah Bakal Menaikkan Harga BBM Subsidi

Susiwijono Moegiarso, selaku Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, angkat bicara mengenai kenaikkan harga BBM Subsidi.

Susi mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan semua aspek dan dinamika yang berkembang sebelum mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM Subsidi.

Susi menegaskan, jika harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi dinaikkan maka akan ada infalasi, daya beli masyarakat, dan dampak ke perekonomian Indonesia.

“Banyak hal yang harus dipertimbangkan karena dampaknya akan ke inflasi, daya beli masyarakat, dampak ke perekonomian,” tutup Susi Moegiarso.

Related posts