WMO Peringatkan Fenomena El Nino Makin Menguat

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini masyarakat sedang dihebohkan dengan kabar kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Sejumlah daerah yang terjadi karhutla yaitu daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sumatera.

Kalimantan Barat merupakan wilayah dengan daerah terdampak karhutla terparah, yakni mencapai lebih dari 28.000-38.000 hektare, Riau mencapai 16.000 hektare lahan, Kalimantan Tengah lebih dari 7.600 hektare dengan status tanggal darurat, Kalimantan Selatan mencapai 8.000 hektare,  dan Sumatera Selatan sebesar 1.926 hektare.

Terdapat berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya karhutla di sejumlah daerah, dampak negatif yang dimaksud ialah seperti menurunnya kualitas udara, memicu penyakit pernapasan, iritasi, musnahnya flora dan fauna, meningkatkan risiko bencana alam (banjir, tanah longsor, kekeringan, hilangnya cadangan air), gangguan transportasi, aktivitas terhenti, dan kerugian negara.

Bahkan, dampak asap dari karhutla juga telah menyebar ke beberapa negara tetangga, yakni Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Diketahui, karhutla disebabkan oleh sejumlah faktor, yakni meliputi faktor kesengajaan yang dibakar oleh manusia untuk membuka lahan, dan faktor ketidaksengajaan karena alam.

Meskipun dapat disebabkan oleh faktor yang di sengaja maupun tidak di sengaja, tetapi pada realitanya kita sebagai warga negara yang bijak harus menjaga lingkungan agar tetap asri dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, saat ini seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat telah berbondong-bondong bekerja sama untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang ada di sejumlah daerah.

Disisi lain, baru-baru ini, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah resmi mengumumkan bahwa fenomena El Nino akan semakin menguat dan akan bertahan hingga akhir Februari 2027.

Fenomena El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas kondisi normalnya.

WMO menyebutkan bahwa fenoeman El Nino diperkirakan akan berlangsung lebih lama daripada periode sebelumnya, dan panas dari permukaan laut akan didorong naik ke atmosfer sehingga suhu global pada periode ini akan meningkat secara drastis.

Adanya fenomena El Nino tersebut justru akan memperkeruh keadaan dan meningkatkan potensi bencana karhutla lanjutan di sejumlah daerah.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengatakan, El Nino pada tahun ini terjadi dengan sangat luar biasa, dampaknya dapat menyebar ke masyarakat dan perekonomian dunia. Bahkan, saat ini telah terjadi kekeringan dan kebakaran yang sangat luar biasa di sejumlah daerah, dan dengan adanya El Nino tersebut maka dampaknya akan semakin membesar.

 

Arahan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo: Kepemimpinan Adalah Pengabdian, Bukan Kepentingan Pribadi – Magetan Official

Setelah mendengar kabar adanya fenomena El Nino dari WMO, maka Presiden Prabowo Subianto langsung menggelar rapat terbatas dengan Jajaran Kabinet Merah Putih untuk membahas mengenai program, langkah, dan strategi yang harus disiapkan untuk menghadapi El Nino.

Presiden Prabowo Subianto menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu khawatir secara berlebih, karena saat ini negara Indonesia telah dinyatakan sebagai negara swasembada beras.

Arti dari swasembada beras sendiri ialah kondisi ketika suatu negara telah berhasil memproduksi beras dalam negeri dengan skala yang cukup besar dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi beras harian seluruh masyarakatnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, maka sampai saat ini program bantuan pangan berupa beras akan terus disalurkan hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengaku bahwa stock beras di negara Indonesia saat ini telah mencapai sekitar kurang lebih 4,9 juta ton, dan angka tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat di tengah adanya potensi fenomena El Nino.

Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, seluruh masyarakat di Tanah Air tidak perlu bimbang dan ragu menghadapi potensi El Nino nanti, karena kebutuhan beras sudah dipastikan aman hingga beberapa bulan kedepan.

Related posts