Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, dahulu para pahlawan berjuang mati-matian untuk melawan para penjajah agar negara Indonesia dapat menjadi negara yang merdeka.
Sebagai informasi bahwa negara Indonesia telah berhasil menjadi negara yang merdeka pada tahun 1945, tepatnya yakni pada 17 Agustus 1945, dan pada saat itu juga kemerdekaan Indonesia diresmikan serta dibacakan langsung oleh Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Diketahui, saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya, negara Indonesia akhirnya dapat menjadi negara yang merdeka, bebas dari segala bentuk perhambaan, penjajahan, aturan, dan kekuasaan pihak tertentu.
Selanjutnya, kita juga patut berterima kasih kepada para pahlawan nasional karena atas jasa perjuangannya para penjajah berhasil pergi dari Tanah Air, dan negara Indonesia dapat menjadi negara yang merdeka.
Jika dihitung dari kalkulasi angka, maka pada tahun 2025 ini negara Indonesia telah memperingati hari kemerdekaannya yang ke-80 tahun, sejak tahun 1945.
Usia kemerdekaan yang ke-80 tahun adalah usia yang sangat matang, seharusnya negara Indonesia dapat bertumbuh menjadi lebih baik lagi setiap tahunnya.
Meskipun negara Indonesia sudah dikatakan merdeka sejak 80 tahun yang lalu, tetapi pada realitanya, saat ini masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.
Padahal, negara Indonesia adalah negara yang sangat besar, dan negara Indonesia juga dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah ruah.
Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk segera meningkatkan perekonomian negara dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.
Baru-baru ini, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono mengatakan, dahulu kala para pahlawan berjuang serta berkorban jiwa dan raga hanya demi kemerdekaan Indonesia, maka saat ini para pahlawan juga harus berjuang untuk kesejahteraan rakyat, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan.
Menurut Muhamad Mardiono, ketahanan pangan adalah salah satu kunci keadulatan bangsa dan negara, terlebih lagi saat ini sedang ada fenomena kesulitan ekonomi secara global, contohnya adalah krisis pangan terjadi di sejumlah daerah, fluktuasi harga komoditas, dan inflasi yang cukup signifikan.
Mardiono mengaku bahwa suatu negara dapat dikatakan kuat dan hebat jika negara tersebut mampu memberikan makan terhadap seluruh masyarakatnya dengan hasil bumi sendiri, tanpa bergantung terhadap negara lain.
Mardiono menjelaskan, saat ini pihak pemerintahan terus berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan di negara Indonesia, seperti meningkatkan produksi padi para petani, meningkatkan hasil tangkapan laut para nelayan, dan meningkatkan produksi peternakan.
Komitmen pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan ini juga selaras dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni program Swasembada Pangan Nasional.
Membantu Para Pejuang Pangan Nasional Naik Derajat

Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono mengatakan, untuk dapat mencapai swasembada pangan atau ketahanan pangan yang kuat, maka pemerintah harus memperhatikan kehidupan dan kesejahteraan para pelaku pangan terlebih dahulu.
Pemerintah harus memberikan bantuan subsidi kepada para pelaku pangan, seperti para petani, nelayan, dan peternak.
Bantuan dapat diberikan dengan berbagai jenis, seperti bantuan sarana dan prasarana, bantuan akses permodalan, subsidi, pelatihan dan pendampingan, menyediakan infrastruktur, dan bantuan pemberdayaan.
Dengan adanya bantuan tersebut, maka akan meringankan beban para pelaku pangan dalam melakukan produksi atau pembiayaan lainnya.
Komitmen Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting dan menjadi fokus utama dalam suatu negara, masalah pangan adalah masalah kedaulatan, masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, dan masalah pangan adalah survival bagi bangsa dan negara.
Pada masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen bahwa pasokan pangan dan para pelaku pangan adalah pondasi utama yang harus selalu ditingkatkan, agar nantinya negara Indonesia dapat menjadi swasembada pangan serta mempunyai lumbung pangan yang besar.
Pada beberapa waktu yang lalu, Presiden Prabowo Subianto juga telah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Diketahui, GKP yang ditetapkan tersebut telah mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, kebijakan kenaikan GKP tersebut bertujuan untuk menyejahterakan para petani dan menjaga stabilitas ekonomi dalam rantai distribusi pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa para petani, nelayan, dan peternak adalah para pahlawan tanpa tanda jasa, dan mereka harus mempunyai hidup yang lebih baik lagi, serta dapat mencapai kesejahteraan.
Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta para pihak keamanan dan Bulog untuk melakukan evaluasi dan pemantauan tentang adanya mafia gabah atau mafia beras, karena mafia tersebut sangat merugikan para petani di Indonesia.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah juga berkomitmen akan melakukan pemberantasan mafia pasokan pangan sampai ke akar-akarnya.
