Sikat Gigi Tertelan saat Pria Ini Bersihkan Mulut Bagian Belakang

Sikat Gigi Tertelan saat Pria Ini Bersihkan Mulut Bagian Belakang

Berita Trend Indonesia — Seorang pria di India harus dibedah perutnya karena menelan sikat gigi ketika dia menggosok bagian di belakang mulutnya.

Dilansir dari Metro, Selasa (22/9/2020) pria tersebut sudah harus dioperasi maksimal 24 jam setelah dia menelan sikat gigi tersebut.  Jika sikat gigi itu tertinggal lebih lama lagi di dalam perutnya, dokter khawatir akibatnya akan fatal. Beruntung sikat gigi sepanjang 19 sentimeter itu berhasil diangkat dari perutnya. Pria berusia 39 tahun tersebut mulanya sedang menggosok gigi pada 15 September.

Ketika menggosong bagian belakang mulutnya, sikat giginya tergelincir dan masuk ke dalam tenggorokannya. Dia bergegas ke klinik kesehatan terdekat dan dengan cepat merujuknya ke rumah sakit yang jauhnya lebih dari 100 kilometer.

Ketika dilakukan pengujian dengan rontgen dan tes lebih lanjut, dokter tidak menemukan sikat gigi itu di tenggorokan pria itu. Dokter akhirnya menyimpulkan bahwa sikat gigi itu telah masuk ke dalam perut sang pria.

Setelah itu, tim dokter langsung menggelar operasi untuk mengambil sikat gigi itu dari dalam perut. Pria tersebut dirawat di rumah sakit beberapa saat setelah dioperasi dan dipulangkan beberapa hari kemudian.

Bomni Tayeng, seorang ahli bedah senior di Rumah Sakit Umum Bakin Pertin, Pradesh, India, mengatakan pasien itu dibawa dari rumah sakit swasta di Pasighat.

“Dari sana, dia dirujuk ke rumah sakit kami,” kata Tayeng.

“Dokter bedah THT rumah sakit kami menyelidiki pasien dan berencana untuk melakukan esofagoskopi (pengecekan kerongkongan), sementara saya memeriksa pasien sekitar jam 6 sore,” tambah dia.

Tayeng mengatakan saat dilakukan esofagoskopi, dokter tidak dapat melihat sikat giginya.

“Ini berarti sikat gigi telah masuk ke dalam perut,” ujar Tayeng.

Dia menambahkan bahwa pasien tidak merasakan sakit apa pun setelah menelan sikat gigi dan hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan di perut bagian atas.

“Karena sikat gigi tidak dapat dideteksi melalui rontgen, saya kemudian memutuskan untuk melakukan proses laparotomi ( operasi bedah perut) dengan bius total,” sambung Tayeng.

Keesokan harinya, pasien tersebut sudah bisa minum cairan melalui mulutnya dan dipulangkan pada 21 September.

Related posts