Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan kabar bahwa terdapat puluhan ribu karyawan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara massal oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sirtex.
Sebagai informasi bahwa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang biasa dikenal dengan istilah Sirtex merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil, dan pabrik atau kantornya terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Diketahui, PT Sirtex adalah perusahaan besar yang sudah berdiri sejak 16 Agustus 1966, dan PT Sirtex juga telah dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi pemintalan, tenun, kain, dan garmen yang produknya telah tersebar di seluruh daerah di Indonesia.
Tetapi, lambat laun, perusahaan ini mulai redup dan tidak dapat berkembang atau mengepakkan sayapnya, karena kalah saing dengan beberapa produk luar maupun lokal.
Bahkan, beberapa tahun terakhir, laporan keuangan PT Sirtex terlihat merugi dan biaya operasional maupun biaya lainnya terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan penjualan.
Setelah mengalami kerugian di beberapa tahun terakhir, akhirnya tepat pada 28 Februari 2025 ini, PT Sirtex menutup kegiatan usahanya dan melakukan PHK massal dengan total 10.965 karyawan.
Kebangkrutan yang dialami oleh PT Sirtex tersebut menjadi trending topik di sosial media Tanah Air.
Terlebih lagi, semenjak beredarnya kabar atau video yang memperlihatkan bahwa banyak karyawan yang menangis karena terkena PHK massal oleh PT Sirtex.
Karena viralnya kabar tersebut, akhirnya pemerintah turut angkat bicara mengenai kabar PT Sirtex yang melakukan PHK massal terhadap puluhan ribu karyawannya.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan adanya masalah tersebut, saat ini pihaknya sedang berupaya semaksimal mungkin untuk membuka lapangan pekerjaan bagi karyawan PT Sirtex yang terkena PHK.
Immanuel Ebenezer Gerungan menjelaskan, para eks karyawan PT Sirtex akan mendapatkan peluang dan kesempatan yang tinggi untuk bekerja di tempat baru tanpa harus menjalani tes syarat atau batasan usia.
Immanuel Ebenezer Gerungan mengaku bahwa hal tersebut harus dilakukan agar para eks karyawan Sirtex tetap mendapatkan pendapatan setiap bulannya dan dapat menghidupi para keluarganya.
Menggelar Pelatihan

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengelar pelatihan kerja atau Balai Latihan Kerja (BLK) dalam bidang tekstil bagi para eks karyawan PT Sirtex yang ingin bekerja lagi.
Bukan hanya tekstil saja, tetapi pihaknya juga akan menggelar pelatihan kerja dalam bidang lain, seperti boga, kesehatan, perhotelan, teknologi, otomotif, dan manufaktur.
Immanuel Ebenezer Gerungan menjelaskan, pada hari Senin besok, dirinya akan pergi ke Garut karena disana ada pabrik Huawei yang akan membuka lapangan pekerjaan hingga 30.000 calon karyawan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan kepada para wartawan di kawasan kantor Ketenagakerjaan pada Jumat, 28 Februari 2025.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan penyelidikan atau investigasi terhadap alasan penutupan PT Sirtex di Sukoharjo.
Yassierli juga mengaku bahwa saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Menko Airlangga terkait kasus PT Sirtex yang bangkrut dan melakukan PHK massal.
Yassierli menghimbau kepada seluruh karyawan eks PT Sirtex untuk tidak panik atau khawatir terhadap masa depannya, pasalnya saat ini pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah dan solusi untuk menjamin para karyawan eks PT Sirtex.
Disisi lain, Yassierli juga mengaku bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat besar dan mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu khawatir akan kehidupan kita.
